Kelahiran Jumat Wage Wayang Wajib Sapuh Leger, Kisah Bhatara Kala dan Hyang Kumara  

 Sudah sejak lama, kelahiran wuku Wayang di Bali dipercaya sebagai kelahiran yang tenget atau angker.

Editor: Karsiani Putri
AA Seri Kusniarti
Pertunjukan Wayang Sapuh Leger di Klungkung, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sudah sejak lama, kelahiran wuku Wayang di Bali dipercaya sebagai kelahiran yang tenget atau angker.

Seperti dijelaskan Dosen Unhi Denpasar, I Kadek Satria kepada Tribun Bali baru-baru ini.

Ia menjelaskan bahwa kelahiran wuku Wayang adalah juga bagian dari kelahiran melik di Bali. 

Melik merupakan salah satu laku keyakinan masyarakat Bali, dan kelahiran melik ini dipercaya berbahaya apabila tidak dilukat atau dibayuh.

Ada tiga melik, yakni Adnyana, melik Ceciren, dan melik kelahiran. Nah kelahiran wuku Wayang, masuk ke dalam katagori melik kelahiran.

"Orang hamil saat kena Tumpek Wayang harus malukat agar anaknya tidak dikuasai sifat bhuta kala," jelasnya. 

Wuku Wayang dimulai sejak tanggal 1 Agustus hingga 7 Agustus 2021, dengan jangka waktu seminggu.

Sehingga anak yang lahir sejak Minggu Wage hingga Sabtu Kliwon, termasuk ke dalam wuku Wayang.

Sejak dahulu, ada kepercayaan di tengah-tengah masyarakat bahwa kelahiran anak pada wuku Wayang harus dibayuh sapuh leger.

Bantennya pun cukup banyak dan ada pertunjukkan wayang di dalam upacara sapuh leger. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved