Ikuti Anjuran Pemerintah, Level 21 Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Bali Segera Bangkit

Suasana sepi terlihat jelas di Mall Level 21 Denpasar, pasca ditetapkannya PPKM Darurat Jawa-Bali oleh pemerintah pusat. Kondisi ini disebabkan karena

Anak Agung Seri Kusniarti
Proses vaksinasi di Mall Level 21 Denpasar, sebagai upaya membentuk herd imunnity dan membantu kebangkitan ekonomi di Bali. 

DENPASAR, TRIBUN BALI – Suasana sepi terlihat jelas di Mall Level 21 Denpasar, pasca ditetapkannya PPKM Darurat Jawa-Bali oleh pemerintah pusat. Kondisi ini disebabkan karena managemen mall mengikuti segala arahan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sehingga tenant yang dibuka di mall, hanya tenant yang esensial saja.

General Manager Level 21 Denpasar, Zenzen Guisi Halmis, tak menampik bahwa pembatasan sosial ini turut menggerus bisnis mall. Hanya saja ia menekankan, bahwa semua aturan pemerintah akan diikuti. Dengan tujuan bangkit bersama-sama dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 ini.

Salah satu wujud nyata dukungan tersebut, adalah dengan menggelar vaksinasi bagi karyawan dan pengunjung Mall Level 21 Denpasar. Vaksin tahap kedua diselenggarakan pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2021. “Kami menyiapkan 1.400 vaksin jenis Astra Zeneca yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” sebutnya di Denpasar, Senin 9 Agustus 2021.

Vaksin tahap kedua ini, disediakan sekitar 578 pcs dan vaksinasi selanjutnya akan disesuaikan dengan sisa dari total 1.400 itu. “Yang datang ke sini, adalah pegawai, pengunjung dan masyarakat umum yang datang ke mall,” katanya. Ze, sapaan akrabnya, memang memprioritaskan seluruh pegawai mall baik managemen dan tenant divaksin.

Sehingga ke depannya lebih aman untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan tentunya saat interaksi ketika melayani konsumen atau pengunjung mall. “Jumlah karyawan di sini kurang lebih 1.600an, semua termasuk tenant dan lain sebagainya. Tetapi memang sebagian sudah ada yang divaksin,” katanya. Khususnya yang tinggal di daerah dan divaksin oleh banjar setempat.

“Jadi yang belum divaksin saja, yang memang mengikuti kloter vaksin mall,” tegasnya. Untuk syarat vaksin pun disesuaikan dengan SOP dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sebab kewajiban vaksin ini, untuk saling melindungi satu dengan yang lain. Mengamankan diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Sehingga dengan segera tercipta herd imunnity, untuk mencapai era baru yang lebih baik.

Terlihat proses vaksin, mulai dari pendaftaran, registrasi, konfirmasi data seperti KTP dan sebagainya kemudian divaksin apabila lulus dari seleksi semuanya. “Datanya tentu disesuaikan baru bisa divaksin,” imbuhnya. Untuk vaksin tahap kedua yang dilakukan 9 dan 10 Agustus 2021, sebelumnya tahap pertama vaksinasi telah dilakukan pada Mei 2021.

Semua protokol kesehatan juga disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan. Dan untuk vaksinasi pihak mall terus mengingatkan baik via telepon, agar masyarakat yang ikut vaksin tahap kedua bisa segera bergabung. Guna menyelesaikan dan menyempurnakan vaksinasinya. Untuk pengunjung mall, ia membuka setiap hari dengan syarat menggunakan masker jaga jarak dan lain sebagainya sesuai prokes.

Walau demikian, ia tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menutup tenant non esensial di masa PPKM ini. Hal ini tak ditampik berpengaruh pada bisnis mall, dan semua industri di wilayah PPKM. “Yang jelas kami selalu mendukung pemerintah dan kebijakannya akan kami ikuti. Karena kita semua adalah bagian dari pemerintah, jadi harus mengikuti imbauan pemerintah,” tegasnya.

Tenant yang esensial boleh dibuka, seperti makanan dan produk kesehatan. Sedangkan FnB dibatasi dengan kapasitas hanya 25 persen saja sesuai SE Gubernur Bali. Tujuannya agar semua lebih cepat pulih dan perlahan ekonomi Bali serta Indonesia kembali bangkit, selaras dengan tingkat kesehatan yang membaik.

“Harapan kami, ini semua kembali pulih dan pastinya itu jadi harapan semua orang. Dengan vaksinasi ini, agar tercipta herd imunnity di tengah masyarakat dan kami mendukung itu,” ucapnya. Sebab tanpa adanya kerjasama dari segala pihak, akan berat menghadapi pandemi ini ke depannya. Ia pula berharap bisnis mall juga lambat laun kembali membaik. Sehingga berdampak baik bagi semua orang, khususnya karyawan mall.

Ze pun mengajak tenant tetap bertahan pada kondisi sulit ini, melewati fase yang sangat berat bagi semua orang. “Kami terus bekerjasama dengan tenant, agar tetap bisa melewati fase ini. Walaupun tenant ditutup, pembelanjaan bisa via online,” sebutnya. Mall pun membantu dengan promosi dan memberi keringanan bagi tenant untuk bisa melewati masa sulit ini bersama-sama. (*)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved