Mantap! Program RJIT Mampu Tingkatkan Produktivitas Petani

Salah satu sektor yang menjadi sektor vital, adalah sektor pertanian. Sebab sampai kapanpun, sektor ini akan selalu dibutuhkan umat manusia. Dimana ha

Istimewa
Sawah petani - Program RJIT mampu tingkatkan produktivitas para petani. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Salah satu sektor yang menjadi sektor vital, adalah sektor pertanian. Sebab sampai kapanpun, sektor ini akan selalu dibutuhkan umat manusia. Dimana hasil pertanian menjadi kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat. 

Namun seiring alih fungsi lahan, dan pembangunan pemukiman penduduk serta akomodasi perhotelan. Membuat banyak lahan pertanian mulai menghilang, menjadi ladang beton. Resapan air pun berkurang, karena pohon juga banyak ditebangi. Namun dengan adanya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), mampu membantu petani bahkan meningkatkan produktivitas mereka. 

Salah satunya diakui oleh petani organik bernama, Ida Bagus Gede Arsana, yang merasakan manfaat RJIT dari Kementerian Pertanian (Kementan) ini. Sebab dengan adanya program RJIT, pasokan air bagi tanaman dan lahan pertanian menjadi lebih terjamin. 

Ia mengatakan, sebelum petani menanam mereka memerlukan air. Sehingga hal yang pertama dilakukan adalah dengan memperbaiki saluran tersier, baru otomatis air tersedia. Tujuannya agar setiap musim tanam menjadi lancar dan terjamin. 

Dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Minggu 15 Agustus 2021, dijelaskan apabila saluran air tidak diperbaiki maka akan terjadi kebocoran air. "Sehingga nantinya tidak dapat mengairi sawah petani, dan ini menjadi persoalan bagi para petani," sebutnya. 

Untuk itu, saluran tersier ini penting diperbaiki agar tidak terjadi kebocoran disana-sini. Apalagi semisal dalam satu area dibutuhkan tempat 50 Ha, dan sulit menjamin ketersediaan air. "Terkadang baru sampai 35 Ha saja, sudah tidak ada air. Ini tentu saja karena bocor," ujarnya. 

Lanjutnya, hal itu sangat berbeda saat saluran airnya direhabilitasi oleh pemerintah. Sehingga sangat membantu petani, mengatur jadwal tanam dan luas area. "Dengan adanya program RJIT ini, mampu membantu petani meningkatkan produktivitas tanam," tegasnya.

Sebagi petani organik, ia pun yakin bahwa produktivitasnya akan meningkat apabila air telah tersedia dengan cukup dan sangat baik. "Nah selama ini kan kesulitannya, pas padi memerlukan air terkadang air itu tidak sampai. Sebab lebih banyak bocor saat di dalam perjalanan," ucapnya. 

Selain itu, dengan saluran air yang baik maka para petani juga bisa mengatur rencana tanam yang tepat waktu. Serta langsung melanjutkan tanam atau mengganti tanam setelah panen."Inilah untungnya, kami bisa mengatur dengan tepat waktu. Jadi umur tanaman misalnya padi 4,5 bulan baru bisa panen, atau 120 hari baru panen, karena air ada dan tersedia. Bisa ditanam padi lagi atau dialihkan untuk pengairan lain," katanya.

Semisal diganti dengan menanam palawija.  Keuntungannya, ia bisa mengatur, karena kebutuhan air yang sangat vital bagi petani tersedia dengan baik," ungkapnya. Ida Bagus Arsana melanjutkan, bahwa saat ini pemerintah sudah sangat mendukung para petani dari program RJIT ini. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah agar memerhatikan kualitas bahan pembuatan saluran tersebut.

Tentunya, kata dia, bahan kualitas pembuatan saluran tersier ini harus yang wajar, artinya umur ekonomisnya dirasakan oleh petani dalam waktu yang panjang. "Sebab terkadang baru dipakai 3 tahun sampai 4 tahun sudah jebol dan retak, bolong di sana-sini. Nah ini kan sangat merugikan petani," katanya. Sehingga ia berharap usia ekonomisnya bisa lebih panjang. Dengan demikian akan meringankan beban buat petani.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan kebutuhan air sangat diperlukan khususnya untuk mendukung budidaya pertanian. Menteri Syahrul menekankan pentingnya manajemen air, guna mendukung produktivitas petani. Dalam pertanian, pasokan air harus selalu tersedia. Kementerian Pertanian mendukung hal tersebut, dengan kegiatan RJIT ini. Guna memastikan pasokan air akan sampai ke lahan-lahan persawahan para petani dengan lancar. (*) 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved