Ini Pedoman Penulisan Aksara Bali Pada Ruang Publik 

Aksara Bali memang memiliki pasang-pageh, anggah-ungguhing atau aturan yang mengikatnya.     

Istimewa
Nala Antara, aksara sesuai keputusan Pasamuan Alit Basa Bali 2019 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksara Bali memang memiliki pasang-pageh, anggah-ungguhing atau aturan yang mengikatnya.     

Sehingga dalam penulisannya tidak bisa sembarangan.

Khususnya setelah adanya aturan di Provinsi Bali agar penulisan aksara Bali juga dilakukan di ruang publik. 

Untuk itu perlu dipahami dengan baik dan benar, pasang-pageh aksara atau konvensi aksara Bali.

Agar penulisan aksara Bali di ruang publik, khususnya instansi pemerintahan tidak salah.

Berikut penjelasan dari Gde Nala Antara, pakar aksara Bali kepada Tribun Bali, Minggu 15 Agustus 2021. 

Banyak yang masih bingung, khususnya dalam penulisan aksara adeg-adeg di tengah kalimat.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Terkait Mitos Bunga Gumitir yang Tidak Boleh Dipakai Sembahyang

Nala Antara, sapaannya mengatakan hal itu boleh dilakukan.

Sesuai keputusan Alit Basa Bali tahun 2019, khusus untuk penulisan di ruang publik. 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved