Cari Pemimpin Baru, Anggota Asita Bali Dukung Putu Ayu Astiti Saraswati 

Sejumlah anggota Asita Bali, mengharapkan ada perubahan dalam organisasi pariwisata ini. Selain itu, mereka mengharapkan kandidat yang akan memimpin k

Twitter
Pura Lempuyangan Luhur, Karangasem, Bali 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Sejumlah anggota Asita Bali, mengharapkan ada perubahan dalam organisasi pariwisata ini. Selain itu, mereka mengharapkan kandidat yang akan memimpin ke depan, merupakan individu terbuka dengan semua anggota serta adaptif dalam mengelola organisasi.

Pasalnya, perubahan pariwisata Bali, bagi member Asita membutuhkan sosok yang lepas dari konflik, serta mampu membebaskan organisasi Asita Bali dari berbagai kepentingan politis. Member Asita Bali mengaku telah lelah mendengar konflik internal Asita, dan berharap ketua yang baru bisa fokus membantu anggota melewati ujian pandemi Covid-19.

"Kami berharap banyak dari calon ketua Putu Ayu Astiti Saraswati. Selain masih muda, juga tidak memiliki konflik kepentingan sehingga dapat fokus ke depannya jika memimpin,” ujar salah seorang GM usaha biro jasa perjalanan wisata, yang namanya ingin dirahasikan dalam rilis, Jumat 20 Agustus 2021.

Menurutnya, di era seperti sekarang ini Asita Bali butuh sosok pemimpin yang cekatan dan fokus membantu kesejahteraan anggota. Ditambah lagi, situasi Bali yang menghadapi pandemi sehingga perekonomiannya porak-poranda.

Pengusaha biro perjalanan ini, menyakini sosok Putu Saraswati akan dapat membantu menyelesaikan problem pariwisata. Khususnya masalah di usaha biro jasa perjalanan yang kini menghadapi masalah pelik, mulai dari hubungan dengan perbankan hingga pemerintah.

Pelaku usaha lainnya juga menyampaikan harapan senada. Sosok Putu Ayu, bagi mereka, sebagai satu-satunya perempuan dan milenial yang mampu bersaing serta menjembatani anggota dengan pemerintah. Mereka menyakini kemampuan Putu Saraswati dapat bersinergi dengan pemerintah, maupun stakeholder lain pariwisata di daerah atau dengan kementerian di pusat.

Sebagai anak muda, pengusaha wanita ini diyakini lebih cekatan dan cepat serta responsive dalam pengambilan keputusan.“Saya pribadi mendukung beliau sebagai anak muda. Sudah saatnya pariwisata Bali dikelola orang baru, dengan perspektif baru dan ide-ide segar tidak hanya itu-itu lagi orangnya,” ujarnya anggota lainnya, sembari meminta namanya juga dirahasiakan.

Menanggapi berbagai dukungan yang muncul, Putu Saraswati, menegaskan bahwa tujuan awalnya ikut berkompetisi menjadi Ketua Asita Bali untuk memberi kontribusi bagi perkembangan Bali. Ditegaskannya, jika ia terpilih menjadi Ketua Asita Bali periode 2021-2026 mendatang. Tentunya ia akan memberikan sumbangsih pemikiran, dan juga waktu terhadap lembaga yang seharusnya saat ini menjadi tulang punggung bagi pemulihan ekonomi Bali tersebut.

“Terima kasih atas dukungannya, kami tunggu dukungan nyatanya saat pemilihan pada 25 Agustus mendatang," tegasnya. Perubahan di Asita Bali, kata dia, harus segera dimulai dan untuk memulainya siapa lagi kalau bukan dari anggota dengan saling bekerjasama. 

Sebagai kandidat paling muda serta satu-satunya perempuan, Putu Saraswati mengajak semua pendukungnya untuk bekerjasama mewujudkan program Asitaone. Menurutnya, dengan sisa waktu yang sedemikian sedikit menjelang pemilihan, tidak ada pilihan lain selain menyatukan tekad dan komitmen demi dapat mewujudkan Asita yang bersatu serta fokus membangun kepariwisataan Bali.

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved