Inovasi di Masa Pandemi, Kaori Hadirkan Mesin Mobi di Bali

Pengusaha muda nan cantik, Ni Kadek Winnie Kaori, memang tidak pernah kehabisan ide yang inovatif. Sebab belum lama, wanita asal Ubud ini meluncurkan

Anak Agung Seri Kusniarti
Kaori bersama Kades Sidan dan perancang Mobi Kaori, saat meluncurkannya kepada khalayak umum di Mas, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu 4 September 2021. 

 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pengusaha muda nan cantik, Ni Kadek Winnie Kaori, memang tidak pernah kehabisan ide yang inovatif. Sebab belum lama, wanita asal Ubud ini meluncurkan Pom Migo yaitu mesin otomatis untuk menjual minyak goreng. 

Kini ia kembali meluncurkan Mobi Kaori, mesin otomatis untuk menjual beras dan gula. Mesin otomatis beras Indonesia (Mobi) Kaori ini, diluncurkan di warung Ide Kaori, Mas, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu 4 September 2021. 

"Jadi dengan mesin ini, mau beli beras di masa pandemi ini tidak perlu ribet. Jika budget tidak cukup membeli yang 5 Kg atau 10 Kg, maka di Mobi Kaori ini bisa membeli beras sesuai isi kantong," sebutnya penuh semangat. Sebab memang masa pandemi ini, menjadi masa sulit bagi semua orang. 

Sehingga dengan Mobi Kaori ini, pembeli hanya perlu datang ke outlet yang bekerjasama dengan Kaori. Membawa wadah dari rumah, dan membeli beras sesuai dengan budget yang dimilikinya. Ia pun memberi contoh kemasan beras ukuran 2,5 Kg. 

"Yang mendasari lahirnya Mobi Kaori ini, melihat situasi pandemi di tahun 2020 sampai sekarang. Banyak masyarakat, khususnya masyarakat Bali yang dirumahkan. Tentu saja beras menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-sehari," jelasnya. 

Namun karena kondisi ekonomi yang belum membaik, membuat banyak orang belum bisa membeli beras dengan budget yang sama seperti sebelum pandemi. "Mungkin dulu bisa beli beras sampai 10 Kg, tetapi sekarang membeli beras Rp 10 ribu saja masyarakat sudah berpikir," ujarnya. 

Fenomena inilah yang membuat Kaori berpikir, bagaimana berinovasi bisnis yang bisa sekaligus membantu petani lokal. Serta membantu pengusaha lokal dan meringankan beban masyarakat konsumen. "Kami memudahkan dalam bentuk mesin ini," katanya. 

Pertama, kata dia, adalah terciptanya lapangan kerja. Kemudian memudahkan masyarakat mendapatkan beras dengan takaran yang pas dari sekilo, sampai 2,5 Kg dengan harga terjangkau namun berasnya berkualitas. 

Hanya dengan Rp 9.500 per Kg bisa mendapatkan beras lokal Bali yang berkualitas, pulen, bersih, tanpa pemutih, tanpa pengawet, serta beras sehat. Ia pula mengedukasi bagaimana cara memilih beras yang dibutuhkan dengan harga terjangkau. 

Sementara untuk harga mesin Mobi Kaori ini, dibanderol hanya Rp 15 juta include 100 Kg beras berkualitas, garansi 12 bulan, tas kain, alat promosi seperti spanduk dan banner, baju kaos, MoU dan sertifikasi. Serta kemudahan lainnya, seperti apabila ada kendala digital akan dibantu oleh teknisi perusahaan. 

"Mesin ini juga bisa digunakan sebagai mesin untuk produk gula, kacang-kacangan sehingga multifungsi," ucapnya. Takarannya pun pas, sesuai dengan ukuran yang dibeli masyarakat. "Mau sekilo, dua kilo tinggal dipencet di mesin saja," imbuhnya. 

Lanjutnya, dengan Mobi Kaori juga bisa balik modal atau break even point (BEP) dengan jangka waktu sekitar 10 bulan saja. Ia mengestimasikan keuntungan dalam sebulan, apabila pengusaha membeli Mobi Kaori adalah sekitar Rp 1,5 jutaan. 

"Tidak perlu khawatir, karena mesin ini terbuat dari stainles pilihan dengan daya 125 Watt dan kapasitas penyimpanan sampai 100 Kg," sebutnya. Mesin pun dibuat dengan teknologi canggih dan tidak mudah berkarat, bahkan tidak mudah dimasuki tikus sekalipun. 

Sehingga beras dengan kandungan gizi dan vitamin serta karbohidrat yang baik tetap terjaga kualitasnya. Mesin beras pertama di Bali ini, nantinya akan sangat membantu masyarakat baik konsumen maupun pedagang. Begitu pula membantu para petani lokal. 

Sebab Kaori menggandeng berbagai petani dari berbagai wilayah, seperti Sidan, Jatiluwih, Peling, Mendoyo, dan wilayah penghasil beras lainnya di Bali. "Kami sudah memastikan agar petani yang bekerjasama dengan Kaori, menjaga kualitas gabahnya dengan menggunakan bahan organik tanpa kimia," tegasnya. 

Kerjasama jangka panjang ini, adalah pembiayaan dari gabah yang sudah mereka hasilkan lalu dibeli dan digiling. Target pemasarannya, adalah warung grosir atau eceran bahkan BumDes serta kerjasama dengan koperasi dan lain sebagainya. 

I Made Sukra Suyasa, Kades Sidan, Gianyar, sangat mengapresiasi inovasi Mobi Kaori ini. "Ini sebuah gebrakan yang luar biasa, karena bisa diakses semua lini masyarakat. Tentunya dengan kemudahan fitur dan kualitas yang canggih," katanya. 

Kerjasama petani di Sidan, kata dia, dengan Mobi Kaori adalah dengan menyediakan beras yang sehat. "Jika sebelumnya menggunakan bahan kimia, sudah hampir dua tahun kami beralih menggunakan bahan organik untuk bertani," tegasnya. 

Pada prinsipnya, bahan alami juga diupayakan untuk melindungi alam dari kerusakan, semisal kerusakan tanah garapan. Sehingga bahan organik dipakai untuk mendapatkan hasil gabah yang berkualitas dan alam lingkungan tetap terjaga. 

Pola organik ini, dengan menggunakan pupuk cair dan 7 prinsip lainnya untuk pengolahan organik ini. Baik dari pengolahan tanah, pupuk, bibit, pemeliharan dan lain sebagainya. Sampai akhirnya menghasilkan padi sehat tanpa bahan kimia. 

Lanjutnya, ada sekitar 100 Ha sawah di sana dan sampai 2021 ini sudah ditanam hampir 40 Ha. "Dengan adanya Mobi Kaori ini, membuat gabah petani terserap dengan baik," ujarnya. Ia menjelaskan, alurnya gabah petani dibeli melalui BumDes dan dipasarkan dengan kerjasama bersama Kaori Group. 

"Apalagi Kaori Group menampung hasil dari petani lokal, apalagi beras sehat," ucapnya. Pola organik ini, juga digaungkan dan dipantau oleh pemerintah kabupaten. "Harapan kami semoga pertanian organik meluas, dan kami tetap mengedukasi memberikan dorongan agar petani bisa berubah dan didampingi pemerintah," katanya. Sehingga semakin banyak beras berkualitas yang dipasarkan melalui Mobi Kaori. (*) 

 

 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved