Berikan Pelatihan, BPJamsostek Banuspa Bantu Nelayan Berkembang

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa). Memberikan pelatihan pembuatan alat

Istimewa
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa). Memberikan pelatihan pembuatan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan. Kepada 10 orang nelayan dari kelompok Usaha Bersama Bintang Kembang Mutiara. 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa). Memberikan pelatihan pembuatan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan. Kepada 10 orang nelayan dari kelompok Usaha Bersama Bintang Kembang Mutiara.

Pelatihan ini mengusung tema 'Protecting and Empowering'. Harapannya pelatihan ini akan berguna, dalam keseharian. Sehingga bisa lebih bermanfaat dan mampu turut andil, dalam pelestarian lingkungan. 

Kegiatan community empowerment kali ini, merupakan  rangkaian dari hari pelanggan nasional tahun 2021. Dengan menggandeng narasumber dari  dinas perhubungan, kelautan dan perikanan Kabupaten Jembrana. 

"Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini, dengan senang hati dan nantinya akan dipraktikan di dalam kegiatan menangkap ikan," kata AA SG Ratih Edyawati, Asisten Deputi Wilayah BPJamsostek, selaku Pps Deputi Direktur Wilayah di Jembrana.

"Kami BPJamsostek amanah untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, baik formal maupun informal adalah wajib ikuti program BPJamsostek. Guna melindungi pekerja Indonesia dengan lima program," sebutnya dalam rilis. Diantaranya, jaminan hari tua, kecelakaan kerja, kematian, pensiun, jaminan kehilangan pekerjaan (baru).

Biayanya sangat ringan, yakni Rp 16.800 saja per bulan, sudah bisa menjadi peserta BPJamsostek. Menurutnya dengan ikut menjadi peserta BPJamsostek, para nelayan bisa lebih tenang dalam bekerja, karena Negara hadir turut melindungi walaupun bukan pekerja kantoran.

"Sebab kita tidak tahu resiko, kapan bisa menimpa kita. Untuk itu kami tegaskan kembali manfaatnya begitu besar dari BPJamsostek. Selain perlindungan dari program BPJamsostek, pelatihan pembuatan alat penangkap ikan ramah lingkungan bisa memberikan satu pemahaman. Mana alat yang bisa dipakai ramah lingkungan, serta dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan,"paparnya.

Lebih lanjut, AA SG Ratih Edyawati menambahkan, dalam kegiatan untuk pertama kalinya ini. Diikuti oleh 10 orang nelayan dari kelompok Usaha Bersama Bintang Kembang Mutiara. "Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Pelanggan Nasional, selain para ahli waris agar bisa tetap mengembangkan kreativitasnya," imbuhnya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan nantinya dapat dipraktikkan di rumah untuk produksi sendiri ataupun untuk lingkungan sekitarnya. Untuk pelatihan berikutnya, diharapkan pesertanya lebih banyak. Selain itu juga pelatihan untuk para nelayan di Kabupaten Jembrana ini, bekerjasama dengan Dinas Kelautan.

Sagung Ratih dalam kesempatan itu, kembali menyinggung mengenai pentingnya menjadi peserta BPJamsostek dan manfaat perlindungan yang bisa diperoleh. Yakni terlindungi jaminan sosial dan hari tua. (*)
 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved