Disdik Menunggu Penurunan Level Pekan Ini, Jika Disetujui, Kapasitas PTM Mungkin 25 Persen

Pemkab Tabanan melalui Dinas Pendidikan Tabanan hingga saat ini masih belum berani menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meskipun secara terb

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
ILUSTRASI- siswa saat mengikuti pembelajaran tatap muka 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pemkab Tabanan melalui Dinas Pendidikan Tabanan hingga saat ini masih belum berani menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meskipun secara terbatas.

Sebab, saat ini Tabanan masih berstatus melaksanakan PPKM Level IV.

Sehingga untuk penerapan PTM harus menunggu penurunan level dulu.

Secara umum, Kabupaten Tabanan telah siap dengan sejumlah syarat penerapan prokes saat pembelajaran termasuk juga sudah menggelar simulasi PTM.

Kemungkinan, jika status level 3 akan diterapkan mulai pekan ini, Disdik Tabanan akan kembali mengusulkan ke pimpinan untuk melaksanakan PTM.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra, hingga saat ini masih belum bisa menggelar PTM di Tabanan.

Sebab, Tabanan masih berada di Level IV.

Dengan status masih level 4, Kabupaten Tabanan sejauh ini masih menerapkan pembelajaran daring atau secara online.

Padahal, Tabanan telah mengkonfirmasi bahwa PTM sudah siap dilaksanakan dengan prokes ketat.

"Nanti ketika sudah mengalami penurunan level itu, mungkin jadi level 3 akan kita langsung sampaikan ke pimpinan untuk diberikan izin melaksanakan PTM terbatas,” ujar Putra saat dikonfirmasi Minggu 12 September 2021.

Nyoman Putra melanjutkan, ketika disetujui oleh pimpinan terkait PTM terbatas nantinya akan diterapkan dengan penerapan prokes yang ketat.

Baca juga: Salak Sibetan Mulai Diminati Pasar di NTB, Permintaan Perminggunya Mulai Dari 1 Hingga 3 Ton

Kemudian mengenai kapasitas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Kemungkinan saja tidak 50 persen, bisa saja 25 persen dari kapasitasnya.

“Kapasitasnya disesuaikan nanti, kalau memang situasi 25 persen kita akan terapkan 25 persen nantinya. Intinya menyesuaikan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai koordinasi antar Disdik se-Bali, mantan Kabag Umum Setwan Tabanan ini menyatakan bahwa pihaknya secara umum sepakat belum melaksanakannya mengingat status PPKM saat ini.

Bahkan, ada salah satu kabupaten yang baru saja melakukan simulasi, berbeda dengan Tabanan yang sudah beberapa bulan lalu.

“Artinya kita sudah siap, sekarang tergantung situasi dan kondisi di lapangan termasuk juga dengan izin dari pimpinan,” jelasnya.

Baca juga: Mal dan DTW Dibuka Lagi, Gubernur I Wayan Koster Minta Masyarakat Tetap Jaga Prokes

Kemudian, kata dia, untuk PTM terbatas ini pihaknya akan menggunakan skemanya satu anak hanya akan sekolah dua kali dalam seminggu.

Misalnya saja untuk penerapan di salah satu SMP dibagi dua sesi dengan jumlah siswa 50 persen.

"Jadi, nanti satu hari hanya satu tingkat dibagi dua shift, misalnya saja hari ini kelas 9 yang belajar tatap muka, besoknya giliran kelas 8, dan yang tidak tatap muka, siswa tetap belajar daring dan begitu seterusnya," jelasnya. 

Kemudian juga, tidak ada jam istirahat untuk menghindari siswa membuka masker dalam jangka waktu lama.

Sebab, waktu jam belajar anak hanya 45 menit per satu jam pembelajaran. 

"Jadi hanya dua jam pembelajaran saja atau total 90 menit, itupun jika anak-anak shift kedua sudah memasuki ruang kelas, barulah yang shift pertama dipulangkan, meminimalisir berpapasan agar tidak ada interaksi atau kerumunan di sekolah," ungkapnya. 

Nyoman Putra menegaskan, sejumlah persiapan pun sudah dilakukan di Tabanan.

Saat PTM benar-benar diberlakukan nantinya, pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan persiapan salah satunya ada simulasi.

Namun, jika nantinya PTM terbatas diterapkan akan dilakukan secara bertahap atau menyeluruh, tentunya melihat substansi kebijakan dari Bupati Tabanan.

"Terkait persoalan kebijakan itu nantinya kita akan diskusikan kembali. Jika substansinya harus dilakukan bertahap, tentunya kami lakukan bertahap namun jika substansinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada dinas pendidikan kami juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan stakeholder internal pendidikan, intinya yang terbaik bagi anak-anak karena sudah dua tahun daring," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved