Bantu Pengungsi Serangan di Masa Pandemi, Ini Cara Care and Humanity Membantu Sesama

Care and Humanity, yang merupakan komunitas berusia muda karena belum lama dibentuk. Telah menunjukkan gerakan atau aksi sosialnya, dengan membantu wa

Anak Agung Seri Kusniarti
Care and Humanity saat membagikan sembako ke para pengungsi di Pulau Serangan, Denpasar. 

 

DENPASAR, TRIBUN BALICare and Humanity, yang merupakan komunitas berusia muda karena belum lama dibentuk. Telah menunjukkan gerakan atau aksi sosialnya, dengan membantu warga pengungsi di Serangan, Denpasar. Digagas awal oleh rekan-rekan musisi, komunitas ini nantinya bisa diikuti siapa saja dan dari kalangan mana saja. Yang ingin membantu sesama, termasuk yang ingin menjadi donatur bagi sesama.

Membawa visi-misi kemanusiaan, komunitas ini berharap semakin banyak sesama yang saling membantu khususnya di masa sulit karena pandemi saat ini. Ketua I Care and Humanity, Heri Herland, menjelaskan bantuan yang diberikan ke warga pengungsi di Serangan adalah sembako. Untuk bisa menopang kehidupan sehari-hari. Terlihat di lokasi, warga-warga pengungsi ini banyak berada di rumah bedeng yang sejatinya tidak layak huni.

Untuk itu, bantuan sembako ini diharapkan sedikit tidaknya bisa membantu warga di sana di tengah situasi sulit karena pandemi akibat virus Covid-19. “Kami berterimakasih kepada para donatur yang telah membantu sesama di masa sulit melalui Care and Humanity,” sebutnya. Tentunya ke depan tidak hanya sembako, namun segala yang berhubungan dengan kemanusiaan akan menjadi prioritas Care and Humanity.

Lalu ke depan, kata dia, Care and Humanity ini akan diresmikan menjadi yayasan dan proses hukumnya sedang diurus.  Ketua II Care and Humanity, Samuel Harry P., menambahkan bahwa Care and Humanity ibarat gentong yang akan menampung beras. Yang mana beras itu, akan dibagikan kepada saudara yang memang benar-benar membutuhkan.

“Kami peduli kemanusiaan, wadah ini didirikan tujuannya membantu dan mendukung sesama yang benar-benar untuk dibantu. Kami juga melibatkan para donatur, untuk membantu sesama,” katanya. Bahkan pihaknya ke depan berencana juga mengayomi, melindungi bagi warga yang kesusahan semisal sakit dan lain sebagainya. “Informasikan saja, semoga Tuhan selalu memberi anugerah,” tegasnya.

Beberapa pengungsi di pulau Serangan, memiliki mimpi yang beragam. Ada yang ingin dibangunkan rumah, ada pula yang berterimakasih atas bantuan sembako dari Care and Humanity. Harry, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa inti dari komunitas ini adalah peduli kemanusiaan dalam aksi sosial. Baik itu memberikan sembako dan bantuan sosial lainnya, yang akan diupayakan terus dilakukan ke depan.

Berawal dari obrolan antar pengurus, melihat banyaknya kesulitan di masa pandemi. Mendorong terciptanya komunitas ini. “Dana awal swadaya dari pengurus, namun lambat laun ada donatur yang ikut membantu,” imbuhnya. Harry dan beberapa pengurus, yang notabene adalah musisi juga mengaku sangat kesulitan di masa pandemi.

Apalagi mereka berada di Bali, yang mana adalah pulau cukup terdampak parah karena pandemi setelah pariwisata berhenti bahkan mati suri. “Tetapi kami membuka diri bagi siapa saja yang mau gabung dan peduli dengan kemanusiaan, baik dari dunia entertaiment atau bidang lainnya,” tegas Harry. Seorang penerima bantuan, bernama Firma sangat senang mendapatkan bantuan Care and Humanity ini. Apalagi suaminya sudah tidak bekerja selama masa pandemi dan ia tidak bisa berjualan karena banyak warung yang tutup. “Mudah-mudahan berkah untuk semua,” katanya.  (*)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved