DTW dan Pantai di Bali Dibuka Dengan Kapasitas 50 Persen, Polres Badung Mulai Perketat Pengawasan

Pengawasan dilakukan setelah resmi pemerintah Provinsi Bali membuka DTW dan pantai dengan kapasitas 50 persen.

Editor: Karsiani Putri
Agus Aryanta
Personil Polres Badung saat melakukan pemantauan di wilayah Pantai Batu Bolong, Bali pada Rabu 15 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pengawasan Daya Tarik Wisata (DTW) dan pantai kini terus digencarkan.

Pengawasan dilakukan setelah resmi pemerintah Provinsi Bali membuka DTW dan pantai dengan kapasitas 50 persen.

Bahkan Badung sendiri mulai berbenah ketika di bukanya Obyek wisata di Gumi Keris ini.

Pembukaan pariwisata pun sesuai dengan  surat edaran Gubernur Bali no 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Baru di Provinsi Bali. 

Semenjak dibukanya itu, pantai di Badung kini mulai ramai dikunjungi baik wisatawan domestik dan warga lokal.

Bahkan beberapa wisatawan juga sudah mulai berdatangan meski jumlahnya masih sangat terbatas.

Salah satu tempat wisata, di Pantai batu Bolong, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung misalnya sudah ada terlihat beberapa wisatawan asing mengunjungi pantai.

Begitu pula di tempat wisata lainnya seperti pantai Seseh, pantai Petitenget, Canggu, Objek Wisata Sangeh.

Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari, S.H., S.I.K saat dikonfirmasi Rabu 15 September 2021 menjelaskan, bahwa pemerintah sudah membuka 50 persen kunjungan wisatawan ditempat-tempat wisata termasuk pantai.

Kendati demikian tetap mentaati protokol kesehatan (Prokes) sesuai SE Gubernur Bali No 15 tahun 2021.

"Ya, tempat wisata di seluruh Bali, khususnya Kabupaten Badung sudah bisa dibuka sejak tanggal 7 September 2021. Namun, belum bisa bebas seperti sebelum pandemi," katanya.

Sejauh ini dirinya mengaku tetap melakukan pengetatan dan pengawasan pada sejumlah pantai yang ada di Badung.

Kapolres wanita satu-satunya di wilayah hukum Polres Badung itu pun mengaku menurunkan sejumlah personil untuk melakukan patroli dan pengawasan tersebut.

Baca juga: Pengembangan Pelabuhan Benoa, Pelindo III Dapat PMN Rp1,2 Triliun

Baca juga: Disdik Menunggu Penurunan Level Pekan Ini, Jika Disetujui, Kapasitas PTM Mungkin 25 Persen

"Jadi, pengawasan tetap kita lakukan. Namun pengawasan kita lakukan pada pagi dan sore karena saat itu aktivitas pantai ramai," bebernya.

Kendati demikian, pihaknya selalu menekankan kepada masyarakat agar tetap menggunakan masker saat ke pantai.

Dirinya berharap kepada masyarakat meskipun tempat-tempat wisata sudah dibuka, namun Prokes tetap di taati. 

"Ini demi untuk menjaga Bali segera keluar dari wabah Covid -19. Sehingga kita bisa menekan penyebaran virus ini," bebernya

"Ayo kita saling menjaga, hanya dengan saling mengingatkan, Covid -19 akan segera berlalu dan kita bisa beraktifitas seperti sedia kala," tungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved