Destinasi Wisata Kali Unda Mulai Dibuka, Kini Pengunjung Sudah Bisa Prewedding di Air Terjun Tirai

Destinasi wisata Kali Unda di wilayah Desa Paksebali, Klungkung sudah mulai dibuka pasca status PPKM di Klungkung menjadi level III.

Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Destinasi wisata Kali Unda di wilayah Desa Paksebali, Klungkung, Jumat 17 September 2021   

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Destinasi wisata Kali Unda di wilayah Desa Paksebali, Klungkung sudah mulai dibuka pasca status PPKM di Klungkung menjadi level III.

Masyarakat pun sudah mulai bisa melakukan foto prewedding di air terjun tirai yang selama ini menjadi ikon dari objek wisata tersebut.

Restaurant di destinasi wisata Kali Unda masih tutup saat disambangi, Jumat 17 September 2021 pagi.

Kursi-kursi masih diletakan diatas meja.

Beberapa petugas dari Desa Paksebali, Klungkung juga mulai melepas spanduk yang menutup showcase, hingga minibar.

Mereka melakukan persiapan untuk membuka kembali restaurant yang telah lama ditutup karena pandemi Covid-19. 

Baca juga: Sejumlah Pedagang Minta Tetap Diizinkan Jualan di Jalur Shortcut Titik 5-6

"Sudah sekian lama destinasi dan resto di kali unda ini ditutup karena PPKM level IV. Sekarang sudah level III, destinasi ini kembali kami buka untuk umum," ujar Perbekel Desa Paksebali, I Putu Ariadi, Jumat 17 September 2021. 

Dengan dibukanya destinasi yang dikelola Bumdes Desa Paksebali itu, pengunjung kembali bisa menikmati berbagai fasilitas di Kali Unda.

Mulai dari sekedar foto selfie, sampai dengan melakukan foto prewedding berlatar air terjun tirai yang selama ini menjadi ikon dari destinasi Kali Unda.

"Semua sudah dibuka termasuk resto dan foto prewed di air terjun tirai. Kami juga akan lengkapi dengan wahana kano. Kebetulan hari ini kami mendapat bantuan kano dari Mapala Universitas Udayana," jelas Ariadi. 

Meskipun sudah dibuka, menurutnya masih banyak hal yang masih harus ia persiapkan. Khususnya untuk penerapan protokol kesehatan.

Pertama  ia akan segera melengkapi Destinasi Kali Unda agar dapat menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Termasuk mensyaratkan pengunjung untuk mengikuti standar protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, memastikan pengunjung menggunakan masker, dan selalu menjaga jarak.

"Kami juga menghimbau agar para orang tua untuk tidak mengikutsertakan anak usia dibawah 12 tahun untuk berkunjung, serta memastikan  para pengunjung sudah divaksin 2 kali," jelas Ariadi.

Ariadi juga menjelaskan, selama ditutup objek wisata Kali Unda tetap dirawat.

Meskipun menurutnya biaya yang dikeluarkan untuk perawatan tidaklah sedikit.

Hal itu dilakukan agar destinasi yang dikembangkan sejak tahun 2017 ini, tetap bersih dan tidak banyak fasilitas yang rusak.

"Ada beberapa yang rusak, misalnya lampu yang segera kami perbaiki. Nanti juga lampu akan kami tambah, untuk menambah keindahan suasana malam di destinasi ini,"  ungkapnya.

Ia pun berharap status PPKM di Bali bisa terus turun, dan kehidupan bisa kembali normal.

Apalagi banyak warganya yang sangat tergantung dari sektor pariwisata.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved