Desa Wisata di Gianyar Sudah Siap Menerima Kunjungan Wisatawan dengan Penerapan Prokes

Seiring mulai dibukanya sejumlah objek wisata di Bali, Desa-desa wisata di Kabupaten Gianyar pun tidak mau kehilangan momen.

Editor: Karsiani Putri
Eri Gunarta
Pantai Lebih, Gianyar, Bali menyajikan kuliner laut dengan harga terjangkau. 

TRIBUN-BALI COM, GIANYAR - Seiring mulai dibukanya sejumlah objek wisata di Bali, Desa-desa wisata di Kabupaten Gianyar pun tidak mau kehilangan momen.

Dimana hampir sebagian besar dari mereka telah menyatakan siap menerima kunjungan wisatawan.

Mulai dari Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati hingga  Desa Lebih, Kecamatan Gianyar yang identik dengan kuliner laut harga terjangkaunya di Pantai Lebih.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Minggu 19 Agustus 2021, selama ini Kabupaten Gianyar memiliki desa-desa wisata.

Selama pandemi Covid-19 ini, banyak dari mereka yang melakukan pembenahan hingga pengembangan destinasi di wilayahnya.

Mulai dari wisata budaya, wisata alam hingga agri wisata.

Selama ini, hampir setiap penataan wilayah desa, orientasinya adalah pariwisata.

Meskipun saat ini kondisi pariwisata Bali sedang lesu, namun pihak desa tetap optimis pariwisata akan hidup seperti sebelum pandemi.

Baca juga: Destinasi Wisata Kali Unda Mulai Dibuka, Kini Pengunjung Sudah Bisa Prewedding di Air Terjun Tirai

Baca juga: Sejumlah Pedagang Minta Tetap Diizinkan Jualan di Jalur Shortcut Titik 5-6

Salah satu desa tersebut adalah Desa Kemenuh.

Dimana desa yang memiliki objek wisata Air Terjun Tegenungan itu, selama pandemi atau saat pariwisata masih ditutup, mereka terus melakukan pembenahan untuk kenyamanan kunjungan dan pengayaan spot wisata.

"Selama masa pandemi kami sudah bersiap, melakukan penataan di beberapa obyek, sehingga saat uji coba kami sudah siap," ujar Perbekel Kemenuh, Dewa Nyoman Neka.

Dalam hal ini, pihaknya pun telah memiliki objek wisata baru, yaiti monkey river.

Dimana objek tersebut menyuguhkan monyet yang tinggal secara liar di pepohonan sepanjang sungai di desa setempat.

Serta, disini juga terdapat wisata kuliner yang dibuka oleh warga-warga lokal.

"Selain itu, usaha kuliner dan taman anggrek milik pribadi juga sudah siap," ujarnya.

Di tempat berbeda, Perbekel Desa Sidan, Made Sukra Suyasa juga menyatakan siap uji coba pariwisata.

Bahkan menurutnya, potensi wisata yang sebelumya dikembangkan lebih luas.

Dimana sebelumnya, pihaknya hanya menyiapkan wisata budaya, dengan Puri Sidan sebagai obyek.

"Selama pandemi ini, kami kembangkan lagi dengan obyek agrowisata organik. Wisata agro ini sudah selesai penataan seperti jalan setapak yang memudahkan akses wisatawan. Pada intinya kami siap, bahkan di obyek wisata sudah tersedia sarana prokes bahkan bila dibutuhkan aplikasi peduli lindungi kami akan siapkan," jelasnya. 

Perbekel Lebih, Nyoman Gria Wahyuni menyebut kuliner Pantai Lebih juga disiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved