Wisatawan di DTW di Tabanan Sudah 100% Terapkan Prokes

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan sejauh ini telah melakukan pengawasan terhadap uji coba dibukanya tempat wisata di Tabanan.

Editor: Karsiani Putri
Dok. DTW Tanah Lot
Kunjungan Wisatawan di DTW Tanah Lot Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan sejauh ini telah melakukan pengawasan terhadap uji coba dibukanya tempat wisata di Tabanan.

Selama satu pekan berjalan, Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Tabanan sudah 100 persen menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Namun, pihak Satgas melalui Satpol PP Tabanan telah menekankan kepada seluruh pengelola agar lebih disiplin terhadap kelanjutannya agar tidak 'anget-anget tai ayam'. 

Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sarba mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan kunjungan atau sidak protokol kesehatan ke semua DTW yang ada di Tabanan.

Dan selama sepekan terakhir sejak dibukanya kembali obyek wisata ini, para pengelola sudah sangat taat terkait penerapan protokol kesehatan. 

"Dari sisi penegakan hukum dan pendisiplinan kita sudah sangat kawal ketat. Kita periksa semua prokes dan pelaksanaannya. Selama ini tidak ada pelanggaran dan para pengelola juga sudah melakukan pengawasan internal," ungkap Wayan Sarba saat dikonfirmasi Rabu 22 September 2021. 

Dia melanjutkan, jika dilihat dari prosentase, seluruh tempat wisata yang ada di Tabanan sudah 100% taat akan penerapan prokes.

Hanya saja, dia mengingatkan terkait keberlanjutannya.  

"Harapan kita kan seterusnya seperti itu (taat prokes), jangan sampai anget-anget tai ayam. Kemudian juga jangan sampai ketika sudah mulai banyak tamu dan pemasukan kita lupa akan prokes. Tapi sejauh ini sudah 100 persen kok," tegasnya. 

Sebagai Tim Yustisi, kata dia, pihaknya sudah meminta seluruh DTW untuk menyiagakan satgas pengawasan internal minimal dua orang.

Dan jika areal wisata cukup luas bisa menyediakan lebih dari itu. 

"Kita juga sudah tekankan agar semua tempat wisata menyiagakan personel sebagai pengawas di internal. Intinya yang kita harapkan adalah keberlanjutan kepatuhan akan prokes ini agar nantinya tidak abai," tandasnya.

Sementara itu, Manager DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana menyatakan, pihaknya sudah sangat ketat melakukan pengawasan terhadap penerapan prokes di areal wisata.

Mulai dari pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, suhu tubuh, dan penggunaan Pedulilindungi sudah sangat aman. 

"Tapi memang ada kemarin bule (wisatawan mancanegara) yang belum memahami terkait aplikasi Pedulilindungi itu sehingga belum kami perbolehkan masuk. Mungkin ini nantinya menjadi masukan kepada pemerintah," jelas Sudiana saat dikonfirmasi Rabu 22 September 2021 sembari menyatakan namun ada juga wisman yang sudah mengerti terkait aplikasi tersebut. 

Sudiana melanjutkan, mengenai kuota kunjungan di DTW Tanah Lot diberikan sebanyak 1.000 orang di waktu yang bersamaan.

Dan selama ini kunjungan wisatawan sudah di angka 300-500 orang per harinya.

Mungkin nantinya akan kesulitan ketika sunset time, karena menurut pengalaman sebelumnya wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot ini lebih banyak datang saat waktu sunset tiba.

Sehingga diharapkan nantinya ada kelonggaran ketika kunjungan sudah mulai di angka melebihi 1.000 orang.

"Nah semoga saja nanti kita tidak dipersulit lagi kedepannya, karena kita saat ini sedang fokus mendatangkan wisatawan untuk berkunjung," ungkapnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved