Para Siswa Akui Sudah Jenuh Belajar di Rumah, SD No 2 Sempidi Gelar Simulasi PTM

Hampir semua siswa di Sekolah Dasar (SD) Nomor 2 Sempidi mengaku ingin belajar di sekolah dari pada belajar di rumah.

Editor: Karsiani Putri
I Komang Agus Aryanta
Situasi Pelaksanaan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di SD Negeri 2 Sempidi, Kelurahan Sempidi Badung pada Selasa 28 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hampir semua siswa di Sekolah Dasar (SD) Nomor 2 Sempidi mengaku ingin belajar di sekolah dari pada belajar di rumah.

Hal itu diungkapkan siswa saat ditanya gurunya pada pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilaksanakan pada Selasa 28 September 2021.

Bahkan salah satu siswa mengaku jenuh belajar di rumah.

Sehingga diharapkan, bisa belajar di sekolah dengan teman-temannya.

Dari pantauan Tribun Bali di lokasi, proses simulasi dilaksanakan mulai pukul 08.00 Wita.

Bahkan sebelum dilakukan simulasi, siswa diberikan pengarahan terlebih dulu oleh guru dan Ketua Satgas Covid-19 di sekolah.

Simulasi pun dilakukan mulai dari siswa datang ke sekolah hingga masuk kelas.

Begitu juga saat siswa usai belajar dan dijemput orang tuannya.

Pertama siswa yang baru datang disarankan untuk melakukan cuci tangan setelah itu,  dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Selanjutnya siswa diminta untuk langsung masuk kelas, namun sebelum masuk kelas siswa disarankan untuk menggunakan hand sanitizer.

Setelah di ruang kelas siswa yang masuk pun disarankan duduk di tempat duduk yang telah disediakan.

Pada intinya tempat duduk sudah disusun sesuai dengan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu beberapa titik juga sudah dipasangi tempat cuci tangan.

Sehingga siswa bisa melakukan cuci tangan secara langsung didepan kelas.

Pada simulasi tersebut siswa yang belajar 50 persen dari jumlah siswa yang ada, sehingga dipastikan bisa melakukan jaga jarak.

Selain itu siswa juga diwajibkan menggunakan masker.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sempidi, Ni Made Arianti saat ditemui mengakui siswa susah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Bahkan simulasi ini dilaksanakan agar siswa tahu alur bagaimana masuk kelas ditengah pandemi Covid-19 ini.

"Hari ini simulasi dilaksanakan dengan menghadirkan 50 persen siswa, atau kurang lebih 15 orang siswa. Sehingga di kelas dipastikan jaga jarak," ungkapnya

Dalam pelaksanaan simulasi, dilakukan sesuai juklak juknis yang sudah didapat dari Disdikpora Badung.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved