XL Axiata Dorong Tingkatkan Pemberdayaan Pekerja Perempuan

Dunia kerja telah berubah dengan cepat, yang didorong penerapan otomatisasi dan digitalisasi. Serta akibat dari pandemi Covid-19, yang telah mengubah

Istimewa
G20 Empower 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Dunia kerja telah berubah dengan cepat, yang didorong penerapan otomatisasi dan digitalisasi. Serta akibat dari pandemi Covid-19, yang telah mengubah arah berbagai bidang industri dan profesi.

Perkembangan ini memunculkan kemungkinan dampak negatif, bagi kalangan pekerja perempuan, di mana proporsi mereka secara kesetaraan gender di bidang digital masih sangat kurang. Peran sektor swasta dalam memperjuangkan kesetaraan gender, semakin penting dan mendesak di era digitalisasi industri saat ini.

Untuk itu, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), terus berupaya mendorong pelaku dunia usaha swasta untuk meningkatkan pemberdayaan pekerja perempuan. Guna meminimalisir dampak digitalisasi dan otomatisasi terhadap eksistensi mereka. Data dari World Economic Forum, menunjukkan, proporsi pekerja perempuan yang bekerja pada bidang teknologi baru masih sangat minim. 

Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya, yang juga menjabat Chair dari G20 EMPOWER mengatakan, dunia kerja telah berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Yang didorong penerapan otomatisasi dan digitalisasi yang terus meningkat, serta akibat dari pandemi Covid-19 yang telah mengubah arah berbagai bidang industri dan profesi," katanya dalam rilis, Rabu 29 September 2021.

Perkembangan ini memunculkan dampak besar, pada banyak kelompok masyarakat di seluruh dunia. Termasuk kemungkinan memberikan efek negatif bagi kalangan pekerja perempuan, di mana proporsi kesetaraan gender mereka di bidang digital masih sangat kurang. Laporan The World Economic Forum’s Future of Jobs 2020, mengungkapkan bahwa 84 persen pengusaha mempercepat agenda digitalisasi mereka dan 50 persen pengusaha berniat untuk mempercepat otomatisasi di bidang pekerjaan.

Perubahan ini kemungkinan akan mempercepat penghilangan serangkaian peran pekerjaan, yang semakin tidak dibutuhkan di dalam dunia kerja baru. Serta juga akan mempercepat penciptaan peran baru, yang dapat mendorong terciptanya taraf kemakmuran di dunia kerja baru. Karena itu, kalangan pekerja perempuan, perlu melakukan upaya ekstra agar tidak tertinggal, mengingat kesenjangan gender saat ini masih terdapat di beberapa bidang pekerjaan ilmiah dan teknis.

Serta keterampilan dalam kepemimpinan. Saat ini, kurang dari 20 persen pekerja teknologi adalah perempuan di banyak negara maju, dan hanya 1,4 persen pekerja perempuan yang memiliki pekerjaan mengembangkan, memelihara, atau mengoperasikan sistem TIK, dibandingkan dengan 5,5 persen pekerja laki-laki. 

Dukungan yang terarah adalah faktor kunci, dalam mencapai kesetaraan gender bagi kaum perempuan. Menghilangkan hambatan ketidaksetaraan dan memungkinkan mereka melakukan transisi yang diperlukan di bidang pekerjaan, yang lebih produktif dan bergaji lebih tinggi. Penelitian menyarankan bahwa sektor swasta harus berinvestasi lebih banyak, dalam melatih kembali karyawan perempuan, atau bermitra dengan lembaga akademis lainnya untuk memperluas keterampilan dan kompetensi bagi perempuan.

Dimana yang mewakili sekitar 160 juta pekerjaan yang akan digantikan oleh sistem otomatisasi.“Sebagai Perwakilan G20 EMPOWER untuk Indonesia, saya berharap para pemimpin sektor swasta untuk bekerjasama dengan pemerintah, agar segera mempromosikan dan menerapkan kebijakan dan tindakan yang berpihak pada kesetaraan gender yang akan memungkinkan kaum perempuan untuk dapat ikut berpartisipasi di masa depan berbagai bidang pekerjaan," tegasnya.

Dengan itu, mempersempit kesenjangan gender dan dengan mempercepat keterwakilan perempuan di tingkat pimpinan, terutama dalam kelompok pekerjaan yang kurang terwakili di mana pertumbuhan besar diperkirakan akan terjadi. G20 EMPOWER merupakan aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada tahun 2019. G20 EMPOWER sendiri bertujuan membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kesetaraan gender serta kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta. Keanggotaan G20 Empower Indonesia saat ini diwakili oleh focal point yang terdiri dari perwakilan Kemen PPPA RI, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan PT XL Axiata Tbk. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved