Penerbangan Internasional Segera Dibuka, Luhut: Harus Penuhi Persyaratan Karantina, Tes & Satgas

Penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan dibuka, Kamis (14/10).

Editor: Karsiani Putri
Istimewa/Doc Humas Angkasa Pura Bali
Suasana pemeriksaan ketat di Bandara Ngurah Rai Bali 

Sekda Dewa Indra menambahkan, setelah hasil testing PCR diketahui, kapasitas untuk karantina juga sudah harus siap.

Dari perencanaan yang dipersiapkan, kapasitas karantina harus mencapai delapan kali dari jumlah kunjungan.

Hal itu karena lamanya karantina minimal 8 hari. "Itu persiapan-persiapan yang sedang dipersiapkan dan sore ini (kemarin, Red) baru akan rapat bersama bapak gubernur dan kita belum tahu apa hasilnya nanti," katanya. 

Menanggapi rencana pembukaan bandara internasional, pihak Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menunggu regulasi dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan.

"Kami dari sisi teknis pelaksana lapangan pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menunggu regulasi, baik itu dari Kemenhub secara teknis maupun Kemenkes segi protokol kesehatannya," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, Senin.

Ia menambahkan, regulasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sudah keluar pada beberapa waktu lalu yakni Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 memberikan izin masuk kepada orang asing pemegang visa atau izin tinggal yang sah dan berlaku.

Tetapi dari sisi teknis, pelaksanaan kembali melayani penerbangan komersial rute internasional, khususnya di terminal internasional Bandara Ngurah Rai sudah siap.

"Kami sudah mempersiapkan diri dalam hal utilities terminal internasional, alur kedatangan dan keberangkatan penumpang hingga layanan tes swab berbasis PCR di dalam terminal kedatangan. Tapi untuk tenant-tenant yang ada belum siap karena masih dalam renovasi," imbuh Taufan.

Disinggung berapa persen kesiapan Angkasa Pura I (Persero) jika regulasi dari Kemenhub dan Kemenkes keluar, pihaknya siap menjalankan regulasi tersebut dan segera menyesuaikan di lapangan.

"Tetap kami sesuaikan tentunya. Siap tidak siap, harus siap, selama ada regulasi. Selama ada regulasi kita akan mempersiapkan diri seperti apa teknis pelaksanaan di lapangan. Selama ini kita mempersiapkan apa yang menjadi arahan rencana prosedur kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional," jelas Taufan.

Terpisah, sebagian besar hotel dan Restoran di Bali khususnya Badung siap menerima kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman).

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung mengaku sudah ada 3 ribu lebih hotel yang sudah menyiapkan diri saat pariwisata dibuka.

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan, sejauh ini pelaku pariwisata maupun perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata siap akan pembukaan pariwisata, mengingat sebelumnya pada 2020 lalu pembukaan pariwisata terus ditarik ulur.

“Saya sendiri sudah menyampaikan aspirasi pekerja pariwisata ke Bapak Gubernur. Sehingga bapak Gubernur yang memperjuangkan ke pusat,” katanya, Senin.

Dia mengatakan, dari seluruh hotel yang ada di Bali, ada sekitar 3 ribu hotel yang sudah melakukan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), sehingga dipastikan semua sudah siap.

Bahkan khusus Badung juga banyak yang sudah siap, apalagi sebelumnya sudah ada rencana pembukaan pariwisata tersebut.

“Kalau berbicara masalah hotel, kan 70 persen ada di Badung. Selain sudah punya sertifikat CHSE. Kami juga sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 khusus di bidang pariwisata,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengaku juga membentuk Satgas gotong royong di setiap hotel masing-masing. Bahkan Badung juga mempersiapkan hotel-hotel yang bisa digunakan untuk tempat karantina wisatawan mancanegara.

“Jangan sampai buka tutup, buka tutup  lagi. Kita komitmen dari pelaku pariwisata dan masyarakat, sehingga kasus ini tidak naik lagi. Mudah-mudahan kasus bisa landai dan terkontrol untuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini di Bali ada sekitar 5.000 unit hotel dengan jumlah kamar 146.000 lebih.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved