Penerbangan Internasional Segera Dibuka, Luhut: Harus Penuhi Persyaratan Karantina, Tes & Satgas

Penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan dibuka, Kamis (14/10).

Editor: Karsiani Putri
Istimewa/Doc Humas Angkasa Pura Bali
Suasana pemeriksaan ketat di Bandara Ngurah Rai Bali 

Dari semua itu, 3 ribu lebih hotel sudah siap untuk dibuka dan menerima kunjungan wisatawan.

Terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, rencana 14 Oktober Bali melakukan uji coba membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

"Mengenai Bali ini sudah diumumkan, tanggal 14 Oktober adalah tanggal yang ditetapkan pemerintah untuk membuka Bandara Ngurah Rai menerima penerbangan internasional. Dan ini kita selaraskan dengan uji coba pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara yang tentunya harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian," ujar Sandiaga, dalam Weekly Press Briefing secara hybrid di Jakarta, Senin.

Menurut Sandiaga, walaupun kita sekarang mengalami situasi yang terkendali dan beberapa capaian kita ini mengundang pujian atau mengundang apresiasi dari banyak negara, kita tidak boleh lengah.

"Kita harus tetap hati-hati dan waspada. Ada beberapa pertimbangan yang harus kita finalkan sebelum tanggal 14 Oktober yang ditentukan itu bisa kita umumkan. Termasuk dari segi negara, karantina, testing. Tapi yang terpenting yang paling utama dan prioritas adalah keselamatan, baik masyarakat Indonesia dari segi kesehatan dan terlindung dari potensi lonjakan kasus-kasus baru Covid-19," kata Sandiaga.

Selain itu juga bagaimana kita mengidentifikasi dan bisa memitigasi varian-varian baru yang bermunculan berkaitan dengan mutasi virus Covid-19.

"Jadi saya titip banget masih ada sekitar 10 hari sampai 14 Oktober. Ini tentunya negara yang akan dituju sebagai daerah atau originasi daripada negara yang akan datang ke Bali, jenis wisatawannya, hotel-hotel yang dipersiapkan untuk karantinanya, kemampuan untuk testing," kata Sandiaga.

Pantauan dan monitoring perkembangan kasus Covid-19 terus dilakukan hingga sekarang oleh pemerintah pusat.

Tentunya dari hasil pantauan persiapan dan penanganan Covid-19 (di Bali) ini akan dilaporkan (ke Presiden) sebelum hari-H.

"Kami harus lakukan langkah-langkah agar juga nanti persiapan untuk situasi ini semakin baik, karena mulai November kami akan mengambil alih presidensi KTT G20 dan kegiatannya banyak dipusatkan di Bali," kata Sandiaga. 

Sales Mission Sasar 4 Negara

DINAS Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar terus melaksanakan promosi pariwisata, meskipun pariwisata Bali tak kunjung dibuka.

Promosi ini digelar melalui sales mission secara online dengan menyasar beberapa negara yang memiliki tingkat kunjungan tinggi ke Denpasar.

Kepala Disparda Kota Denpasar, Dezire Mulyani menyebut, sales mission ini telah digelar dari tahun lalu. Hingga tahun ini sudah menyasar 4 negara yang berada di kawasan Eropa, Australia dan Asia.

Pihaknya mengaku sudah menyasar 75 kota dari 4 negara tersebut.

“Kami hanya bisa melaksanakan sales mission saja. Dan sampai saat ini belum ada yang booking juga. Soalnya belum tahu kapan pariwisata akan buka,” katanya.

Dezire mengatakan, sales mission ini dilakukan untuk mengingatkan wisatawan terhadap pariwisata Bali, khususnya Kota Denpasar.

"Untuk dalam negeri anggaran sales mission yang kami siapkan Rp48 juta. Sementara untuk sales mission luar negeri dianggarkan Rp50 juta,” katanya.  Sehingga pihaknya menganggarkan khusus untuk tahun 2021 ini sebesar Rp98 juta. 

Dezire mengatakan, tahun ini, sales mission ini sudah dilakukan sejak Maret 2021.

Sales mission ini bekerjasama dengan PHRI Denpasar dengan jalan memperkenalkan sekaligus mengingatkan destinasi wisata yang ada di Bali, khususnya Denpasar bagi wisatawan mancanegara.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved