Syarat Masuk ke Bali Diperketat, Luhut Binsar: Evaluasi PPKM, Angka Covid-19 Turun 98,9 Persen

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi merangkap Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan hasil evaluasi dan perk

Editor: Karsiani Putri
Freepik.com by 4045
Ilustrasi penerbangan internasional di sebuah bandara 

Kedua, melaksanakan tes RT-PCR on arrival dengan biaya sendiri, di mana pelaku perjalanan dapat menunggu hasil tes di akomodasi yang sudah direservasi.

"Jika hasil negatif, maka pelaku perjalanan dapat melakukan karantina di tempat karantina yang sudah direservasi selama 5 hari. Lalu melakukan PCR pada hari ke 4 malam. Jika hasil negatif maka pada hari ke 5 sudah bisa keluar dari karantina," jelasnya.

Luhut menjelaskan, khusus WNI yang datang dari luar negeri, juga mendapat perlakukan untuk melakukan karantina selama 5 hari.

"Kenapa 5 hari? Karena kami hitung masa inkubasi itu 4,8 hari. Jadi risikonya makin rendah," katanya.

Menjelang pembukaan Bandara Internasional Ngurah Rai, Pemprov Bali mengeluarkan kebijakan dengan mengurangi masa karantina bagi wisman yang masuk ke Bali. Pemprov Bali resmi memangkas masa karantina menjadi 5 hari dari sebelumnya 8 hari.

Keputusan ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace saat ditemui awak media seusai Sidang Paripurna di DPRD Bali, Senin (11/10).

"Karantina (turis asing) itu sudah disepakati dari 8 hari ke 5 hari," kata Cok Ace.

Ia mengakui, kebijakan pengurangan ini diambil sebagai bagian dari mekanisme uji coba pembukaan pariwisata Bali bagi dunia internasional.

"Memang keinginan bisa dikurangi lagi, tapi kan ada mekanisme ada semacam uji coba dulu. (Jadi diberlakukan) 5 hari (karantina)," kata Cok Ace.

Dia mengatakan, pemangkasan masa karantina itu juga akibat melihat ada beberapa negara kompetitor yang menerapkan kebijakan karantina di bawah seminggu.

Bahkan ada kompetitor yang tidak mengambil kebijakan karantina bagi wisatawan yang datang ke negaranya. Cok Ace mengatakan, kebijakan ini juga diambil seusai rapat yang dilakukan bersama Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan, beberapa waktu lalu.

"Karena beberapa kompetitor kita bahkan ada yang nol karantina. Tadi malam arahan dari Pak Luhut kalau soal corona kita (lama) penyebarannya sudah tahu. Kalau delta relatif pendek, penularannya cepat sehingga waktunya tidak terlalu lama (atau) sebentar saja orang sudah ketahuan tertular atau tidak. Tapi (varian) Mu yang kita belum tahu," terangnya.

Ia mengakui, kebijakan pemangkasan waktu karantina tersebut juga merupakan kebijakan uji coba.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan untuk meniadakan karantina jika tidak ada masalah dalam penularan virus Covid-19.

Dia menegaskan, kebijakan pemangkasan tersebut diambil seusai mendengarkan saran dari para ahli di bidang kesehatan dan virologi.

"Ndak mungkin (nol hari masa karantina). Belum (memungkinkan). Sudah dengan segala pertimbangan. Tadi malam rapat dengan (mendapat) saran-saran guru-guru besar juga sudah dipertimbangkan baik-baik," papar Cok Ace yang juga Ketua BP Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan, pembukaan Wisman ke Bali harus memperhatikan masa libur wisatawan.

Sehingga pemerintah diharapkan mampu memperhatikan asal atau negara wisman yang diajak kerja sama.

Hal itu, menurutnya, lantaran ada beberapa wisatawan yang liburnya hanya satu minggu atau tujuh hari, khususnya Asian market.

“Untuk itu SOP menyangkut lama masa karantina sementara diharapkan dipersingkat menjadi 3 hari. Sehingga wisatawan yang datang ke Bali bisa menikmati libur ke Bali,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved