Terjun ke Dunia Tarik Suara, Ini Kisah Mengharukan Yenni Agung

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Yenni Agung, sebagai artis film, sinetron, dan FTV di Indonesia. Sosoknya wara-wiri hampir di setiap serial yang a

Istimewa
Yenni Agung 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Siapa yang tidak kenal dengan sosok Yenni Agung, sebagai artis film, sinetron, dan FTV di Indonesia. Sosoknya wara-wiri hampir di setiap serial yang ada di dunia pertelevisian Tanah Air. Adalah bakat akting dan teater yang mumpuni, yang telah ia miliki sejak masih kecil. Hal itu yang membuat aktingnya selalu terlihat natural, dalam memerankan tokoh apapun.

Namun baru-baru ini, Yenni Agung memberanikan diri melakukan gebrakan baru. Ia memulai debutnya di dunia tarik suara sebagai penyanyi. Bukan tanpa alasan, karena dibalik keberaniannya ini ada kisah haru biru yang menghiasi. Semuanya berawal saat Yenni diumumkan positif terkena virus Covid-19 pada April 2021.

“Waktu itu saya Swab tes karena mau berangkat syuting ke Jakarta. Nah akhirnya di sana terlihat positifnya, dan langsung dilanjut ke tes PCR, hasilnya positif juga,” jelasnya di Denpasar, Selasa 12 Oktober 2021. Wanita yang kerap memerankan sosok ibu ini, kemudian dirawat di RS Bali Mandara. Hampir lebih dari dua minggu ia masuk rumah sakit, dan kondisinya cukup parah kala itu.

“Saya ingat betul, infus gak bisa masuk ke pembuluh darah. Jadi dipakai infus bayi buat masukin obat, dan rasanya lumayan sakit,” jelasnya. Ia pun memilih ikhlas menjalaninya, dan terus mencari cara membahagiakan diri sendiri. Yenni juga mengingat-ingat, apa hal yang paling menghantui dan menjadi bebannya selama ini. 

Ia teringat, suatu trauma masa kecil saat ia sedang bernyanyi. Kala itu Yenni kecil yang aktif, sangat senang bernyanyi dan menghibur teman-temannya. Gerakannya yang lincah tanpa sengaja membuat petaka. Sehingga ia terkena marah dan membuatnya trauma, sampai tak berani lagi menyanyi. Yenni kecil akhirnya tumbuh dan berkembang.

Sebagai anak-anak dan remaja yang aktif, ia kerap mendapat tawaran untuk bernyanyi. Namun semua tawaran itu ditolak, karena rasa trauma masa kecilnya. Tak mau larut dalam kesedihan, Yenni menumpahkan semua bakatnya ke hal positif lain. Ia mengambil berbagai lomba, mulai dari teater, modeling, membaca puisi, pidato, dan masih banyak kegiatan positif yang memberinya banyak piala serta prestasi.

“Tapi tanpa sadar, sebenarnya aku melarikan diri dari kejadian itu, ketakutan itu, dan untungnya aku lari ke kegiatan yang positif,” katanya. Ternyata saat masa kritisnya terkena Covid-19, mengingatkan semua kilas balik memori itu. Sampai wanita kelahiran Ubud ini berjanji, bahwa kalau ia sembuh maka ia akan mencoba untuk bangkit lagi dari ketakutan itu.

Melawan trauma masa lalu, dan menjadikan impian masa kecilnya nyata. Impian menyanyi. “Makanya liriknya jangan patah semangat, kejar lah mimpi. Sebab semua orang pernah mengalami keadaan perih dalam kehidupan, dan tentunya mereka juga bisa meraih mimpi dalam kehidupannya,” sebut Yenni. 

Akhirnya kesembuhan datang, dan Yenni pun memegang teguh janjinya untuk bernyanyi.  Awal langkahnya, ia bertemu dengan teman musisi dan menyampaikan niat bahwa ia ingin bernyanyi serta meminta agar disiapkan lagu dan musiknya. Sampai tercipta lagu berjudul 'Jangan Menyerah Pasti Bisa'. 

Ide menyanyi ini, kata dia, sempat disangsikan oleh orang-orang dekatnya. Apalagi Yenni Agung telah sukses di dunia perfilman, untuk apa menjadi penyanyi lagi. Namun ia ingin membuktikan, bahwa apa yang ia katakan pasti akan ia lakukan. “Saya harus konsisten, setia dengan diri sendiri, dan itu harus diwujudkan. Semaksimal mungkin kita bisa wujudkan,” ujarnya.

Akhirnya setelah bertemu dengan musisi itu, mereka berbincang tentang tema dan seperti apa lagu yang diinginkan Yenni Agung. Dengan tegas dan lugas, Yenni menjelaskan bahwa ia ingin tema tentang perjalanan hidup atau tentang alam sebagai lagu penyemangat. “Kebetulan banyak teman curhat, selama pandemi banyak usaha mereka gulung tikar. Tidak bisa dapat pekerjaan, dan sebagainya,” katanya.

Semua itu relate dengan kondisi Yenni saat dirawat karena terkena Covid-19. Sehingga ketika diberi kesempatan sembuh oleh Tuhan, ia bertekad akan membuat karya dalam lagu. Karya yang bisa memotivasi semangat, agar jangan menyerah dan melakukan apa yang bisa dilakukan asal dilakukan dengan cinta. “Dan isi lagu penyemangat ini jangan menyerah karena semua pasti bisa,” imbuhnya. 

Tanpa berlama-lama, Yenni dengan kemampuannya cepat menghafal lirik dan masuk ke dalam musik. Lagu dengan genre pop-rock pun jadi dalam waktu singkat. Walaupun ada sedikit rasa khawatir karena trauma masa lalu, namun Yenni berhasil mengalahkannya kali ini. Ia sangat bangga karena mampu menang melawan trauma di dalam dirinya sendiri. 

Ia bekerjasama dengan pemusik Bli Nonik dari Punk Kwala Band. Serta teman pelatih vokal, yang biasa melatih beberapa penyanyi kawakan. Bahkan bisa melatih secara online atau daring. Maka pelatih ini, memberikan latihan olah vokal secara online. "Dialah yang mengatur seberapa nada, tempo, dan lain sebagainya. Sedikit diolah dan dibangun kembali semangat musiknya,” jelas Yenni. Sehingga hanya butuh waktu 10 hari saja, rekaman telah selesai dan lagu pun telah jadi.

“Memang waktu proses rekaman itu sampai dua kali, karena saya masih melawan trauma. Tiba-tiba keringat dingin keluar, lalu tarik nafas lagi. Dan untung saja pemusiknya sabar banget. Lalu saya diberikan semangat, dan baru diperbaiki di rekaman selanjutnya,” sebutnya. Yenni pun meminta agar suaranya tidak terlalu dipoles, sebab ia ingin fokus pada lirik lagu yang memberi semangat bagi pendengarnya.

Begitu mendengar lagu jadi, air matanya pun tak terbendung lagi. Yenni menangis haru karena ia berhasil mengalahkan trauma masa kecilnya itu. Ia yang terbiasa tampil perfect dan aktif, merasa sangat terpukul saat dimarahi di depan umum. Untuk itu, Yenni berpesan pada siapapun agar tidak melakukannya. “Kita bisa memberitahu seseorang, tapi tidak dengan memarahi di depan umum,” ujarnya.

Sebenarnya ketika kecil, Yenni pernah mencoba ikut lomba menyanyi dan masuk final. Hanya saja ketika naik pangung ia gemetar. Dari sanalah ia akhirnya tidak berani menyanyi kembali, sampai akhirnya hari ini ia memberanikan diri bernyanyi.

Sambutan akan lagu Yenni Agung ternyata cukup baik, bahkan belum lama rilis ia sudah ditawari bernyanyi di suatu event sembari langsung menjadi juri di sana. Lagu ini akan masuk ke kanal YouTube dan beberapa televisi. Yenni pun akan mempromosikannya di berbagai platform media, termasuk lewat media sosial.

Intinya, jika saat ini sudah ada tawaran manggung maka ia sudah siap dan yakin untuk bernyanyi. Namun dunia baru ini, tidak berarti membuat Yenni meninggalkan dunia akting yang membesarkan namanya. Ia mengaku akan tetap di kancah perfilman dan sejenisnya. Bahkan ia akan menciptakan karya sendiri, termasuk membuat kanal YouTube pribadinya dalam waktu dekat.

Kanal YouTube itu akan membahas tentang alam, dan curhat bersama orang-orang dengan kisahnya masing-masing. “Pesan aku buat semua orang, jangan takut untuk jadi seorang penyanyi. Karena seorang penyanyi tidak harus memiliki suara empuk. Tapi keunikan dan kekhasan diri kita yang harus ditonjolkan. Taksu dan talenta diri sendiri itu berbeda-beda yang penting kan berani dulu. Kalau belum apa-apa takut ya akan terpendam,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved