Perharinya Warung Ngurah Spesial Ikan Laut Bisa Menjual Hingga 900 Tusuk Sate Ikan

Warung Ngurah Spesial Ikan Laut yang berada di Jalan Nangka Utara, Denpasar memang sudah menjadi primadona bagi masyarakat sekitar.

Editor: Karsiani Putri
Wahyuni Sari
Gusti Komang Jelantik saat memanggang sate ikan laut di Warung Ngurah Spesial Ikan Laut miliknya yang berada di Jalan Nangka Utara, Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Warung Ngurah Spesial Ikan Laut yang berada di Jalan Nangka Utara, Denpasar memang sudah menjadi primadona bagi masyarakat sekitar.

Bagaimana tidak warung yang menawarkan berbagai macam menu berbahan dasar ikan laut ini bisa menjual hingga 900 tusuk sate ikan laut perharinya. 

Ketika ditemui, Gusti Komang Jelantik (39) selaku pemilik warung Ngurah mengatakan bahkan sebelum pandemi sate buatannya bisa terjual hingga 1.500 tusuk perharinya.

Untuk harga sate ikan laut yang dijualnya pun cukup terjangkau. 

"Harga satenya mulai dari Rp. 1000 pertusuknya untuk sate lilit. Dan yang paling sering dibeli masyarakat sate lilit. Selain itu, saya juga menjual nasi bungkus dengan lauk sate ikan, sayuran dan sambal yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp10 ribu," ungkapnya pada Rabu 20 Oktober 2021. 

Hampir 6 tahun berjualan makanan olahan ikan laut, Gusti yang dibantu istrinya berjualan, yakni Komang Sudarmi (38) mengatakan untuk resep sate buatannya didapatkan dari keluarganya di Karangasem.

Sementara terkait bahan baku ikan, Gusti mengaku belum ada kendala atau kesulitan untuk menemukan bahan baku pembuatan satenya.

Saat pandemi Covid-19, dalam sehari Gusti dan istrinya mendapatkan untung bersih sebesar Rp200 ribu perhari.

"Kalau warung saya bukanya dari jam 05.00 pagi sampai jam 12.00 siang, buka setiap hari. Dan untung bersih kira-kira Rp200 ribu perhari. Bahan bakunya saya ambil ikan dari Benoa. Belum ada kendala untuk bahan baku ikan," tambah pria yang berasal dari Desa Bungaya, Bebandem, Karangasem ini. 

Menjual kuliner khas Bali yang berbahan sate ikan laut ini merupakan pekerjaan satu-satunya yang digeluti oleh Gusti dan Istrinya.

Dengan berjualan sate ini ia dan istrinya dapat menyekolahkan kedua anaknya yang kini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

"Anak saya dua dan masih SMP keduanya, ya berjualan ini untuk makan dirumah, juga untuk sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari," lanjutnya. 

Baca juga: Dirumahkan Pihak Hotel Kini Kadek Andi Sukses Bangun Usaha Kuliner Somerset

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Angkat Bicara Terkait Pemesanan Hotel dan Paket Wisata di Bali yang Masih Sepi

Sebagai salah satu pedagang yang juga terimbas pandemi Covid-19, Gusti berharap bisa hidup berdamai dengan Covid-19 agar perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan baik kembali.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved