Gempa Bali, Asosiasi Rusia dan CIS Bali Salurkan Bantuan Kepada Korban di Karangasem

 Sejumlah travel agent yang menggarap pasar Rusia, bersama Bali Tourism Board / GIPI Bali  menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi Bali. Khu

Istimewa
Gempa Bali, Asosiasi Rusia dan CIS Bali Salurkan Bantuan Kepada Korban di Karangasem. 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI -  Sejumlah travel agent yang menggarap pasar Rusia, bersama Bali Tourism Board / GIPI Bali  menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi Bali. Khususnya di Kabupaten Karangasem, dengan memberikan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jaman dari Kota Denpasar, rombongan travel agent yang dikoordinir Olesya tergabung dalam Association of Local DMCs Rusia and Cis Market (Rus Cis Bali). Tiba di Kantor Desa Ban Kecamatan Kubu Karangasem Bali, Rabu 20 Oktober 2021.

Turut menyambut rombongan Rus  Cis Bali , Camat Kubu dan Kepala Bidang Penanggulangan Kebencanaan PMI Provinsi Bali, H Bambang. Serta pihak BPBD provinsi maupuan kabupaten.

Setelah berkoordinasi dengan jajaran terkait di Kantor Desa Ban, rombongan dari Asosiasi operator tur lokal di Bali yang menangani segmen pasar berbahasa Rusia ini. Atau RUS-CIS Bali, yang anggotanya Asia Collection, Bounty Bali, Mac Asia, Maestro Indonesia dan Pegasus Indonesia Travel). Dengan cepat mengorganisir bantuan dan 20 sukarelawan, yang kebanyakan warga negara Rusia untuk bergerak menuju daerah bencana gempa bumi dan longsor.

Dengan medan lokasi yang cukup sulit dan terjal. Seluruh bantuan diserahkan langsung ke warga yang membutuhkan seperti kasur lipat, beras, hingga makanan dan minuman ringan untuk menambah asupan bagi warga terdampak gempa.

Atas aksi sosial yang dilakukan ini, Rus Cis Bali mendapat apresiasi positif Bali Tourism Board (BTB) atau Gabungan Industri Parwisata Indonesia (GIPI) Bali. Menurut Wakil Sekretaris BTB/GIPI Bali, Freddy SPS, apa yang dilakukan Rus Cis Bali menunjukkan kepedulian terhadap apa yang dibutuhkan warga korban gempa bumi di Bali.

"Kami sangat menghargai upaya dan kepedulian kawan-kawan dari Rus Cis. Meskipun perusahaan tidak memiliki penghasilan selama lebih dari 18 bulan, mereka dengan bersemangat menanggapi situasi di daerah Gunung Agung dan ikut upaya gabungan untuk membawa kebutuhan bagi keluarga terdampak," tuturnya dalam rilis yang diterima Tribun Bali, 21 Oktober 2021. 

Disinggung tentang potensi market Rusia, Freddy menuturkan bahwa wisatawan Rusia yang datang ke Bali cukup banyak sebelum pandemi. Dan Bali adalah sebagai salah satu destinasi favorit saat musim liburan panjang, antara Desember hingga Maret. Menurutnya, pasar Rusia sejatinya sangat potensial, mengingat masa kunjungannya adalah longstay dengan minimal dua minggu hingga satu bulan.

"Rusia market liquid, cukup potensial, mereka bisa datang langsung ke Bali kapanpun. Begitu ada sinyal Bali dibuka untuk wisman Rusia. Kami mendorong  agar bisa kembali normal, karena pasar Rusia cukup potensial, liquid, wisman Rusia bisa melakukan penerbangan langsung ke Bali," imbuhnya. 

Menurut Olesya sebagai koordinator kunjungan ini, bahwa sebelum pandemi melanda pada tahun 2020, pasar Rusia dan CIS merupakan salah satu dari sepuluh besar penyumbang volume wisatawan ke Bali.  Kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada tahun 2019 sebanyak 160.000 orang, meningkat 26 persen dibandingkan tahun 2018.

Kunjungan wisatawan Rusia ke Bali pada awal tahun 2020 sebanyak 27.000 orang, naik 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Penerbangan langsung dari Moskow ke Denpasar, memiliki jadwal tetap 3 kali seminggu dengan kapasitas 500 penumpang. Namun sejak sejak April 2020, bisnis harus ditutup karena tidak adanya lalu lintas turis.

Disinggung soal regulasi pemerintah Indonesia, yang belum memasukkan Rusia sebagai daftar negara asing yang diperbolehkan berwisata ke Indonesia seperti Bali. Pihaknya menghargai kebijakan pemerintah pusat  tersebut. 

Demikian juga dengan kebijakan bagi wisman yang datang ke Bali, harus menjalani karantina lima hari. Sejauh ini belum ada keberatan dari wisman Rusia. Untuk itu, asosiasi Rus-CIS sangat berharap pemerintah Indonesia akan membuka peluang perjalanan bagi wisatawan Rusia yang sangat mencintai Bali dan tidak sabar untuk mendapatkan kesempatan melakukan perjalanan ke pulau favorit mereka lagi. 

Olesya meyakini bahwa turis Rusia, merupakan salah satu peluang juga untuk membantu perekonomian Bali selama beberapa bulan pertama setelah penerbangan dibuka kembali dengan pengeluaran rata-rata USD 2.000 per orang selama liburan panjang mereka di Bali.

Apabila peluang ini di buka, operator tur Rusia berkomitmen membantu pemerintah Indonesia  dalam hal pencegahan Covid-19 dengan melibatkan wisatawan Rusia dan tim perusahaan perjalanan untuk secara ketat mengikuti protokol kesehatan Indonesia.

Industri tour and travel Rusia di Indonesia, dapat mendukung protokol kesehatan di Bali mulai dari membuat selebaran yang menjelaskan peraturan kesehatan yang harus diikuti oleh turis Rusia. Memastikan bahwa aturan dan sanksi dari pemerintah Indonesia, dikomunikasikan dengan baik kepada wisatawan Rusia.

Menyusun daftar tur dan aktivitas untuk turis Rusia, yang mana semua pemasok dan tujuan perjalanan telah diverifikasi CHSE. Mengakomodasi wisatawan hanya di hotel resmi bersertifikat CHSE. Mengembangkan video panduan cara menggunakan PeduliLindungi, dan cara mengisi eHAC untuk pra-kedatangan ke Indonesia.  Tautan akan dikirim ke semua mitra luar negeri dan dibagikan kepada para turis. Memberikan pelatihan kepada pengemudi dan pemandu untuk membantu wisatawan, menggunakan PeduliLindungi (saat tiba di tempat tujuan wisata di Indonesia. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved