Presiden Jokowi Minta Harga PCR Turun, Berikut Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Sekjen Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma menyambut baik keinginan Presiden Joko Widodo

Editor: Karsiani Putri
istimewa
foto-ilustrasi-wisatawan-akan-pergi-travelling 

TRIBUN-BALI.COM- Sekjen Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma menyambut baik keinginan Presiden Joko Widodo yang meminta harga tes polymerase chain reaction (PCR) untuk deteksi Covid-19.

Namun, Lia meminta pemerintah juga bisa mengatur terlebih dulu agar harga reagen sebagai komponen utama tes PCR untuk bisa turun.

"Kalau pemerintah menginginkan PCR turun'>harga PCR turun sih kita senang sekali. Tapi tolong diminta agar harga Reagen disesuaikan," kata Lia saat dihubungi Selasa 26 Oktober 2021. 

Lia menjelaskan, saat ini banyak RS yang sudah membeli reagen dengan harga tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya meminta penurunan harga tes PCR tidak dilakukan secara mendadak.

Ia meminta agar RS diberi waktu untuk menghabiskan stok reagen yang ada. 

"Ya artinya kita kalau ada perintah untuk PCR turun'>harga PCR turun, ya turun. Tapi kita mohon ada waktu jeda karena kan banyak yang sudah membeli dengan harga lama," ujarnya.

Selain itu, Lia juga menekankan, penurunan harga ini tidak boleh menurunkan kualitas tes PCR.

Ia mengatakan, ada dua aspek yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan tes, yakni mutu atau keakuratan hasil tes serta keamanan.

"Jadi kalau misalkan pemerintah menyiapkan dengan harga yang di bawah itu bisa dilakukan tanpa mengurangi mutu," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta agar harga tes PCR turun menjadi Rp 300.000.

Hal ini disampaikan Luhut dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021). 

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," kata Luhut.

Luhut mengatakan, meskipun kasus Covid-19 sudah menurun, pemerintah harus tetap memperkuat 3T (testing, tracing, treatment) dan protokol kesehatan 3M agar tidak terjadi lonjakan kasus terutama selama periode libur Natal dan tahun baru.

Baca juga: Menteri Luhut: Arahan Presiden Agar Harga PCR Diturunkan Jadi Rp300 ribu & Berlaku 3x24 jam

"Secara bertahap penggunaan PCR akan diterapkan pada transportasi lainnya selama mengantisipasi Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved