Terkait Tarif Tes PCR Rp300 Ribu, Tabanan Tunggu Instruksi Resmi Pemerintah

Presiden Joko Widodo telah meminta agar tarif tes PCR diturunkan menjadi Rp300 Ribu dengan masa berlaku 3x24 jam.

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Ilustrasi kunjungan wisatawan 

TRIBUN-BALI .COM, TABANAN- Presiden Joko Widodo telah meminta agar tarif tes PCR diturunkan menjadi Rp300 Ribu dengan masa berlaku 3x24 jam.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan kini masih menerapkan dengan harga Rp 410 ribu karena masih menunggu instruksi resmi pemerintah Provinsi Bali dan juga Pusat.

Namun, pihak RSUD Tabanan sudah berhitung mengenai pemberlakuan tersebut dan bisa dilakukan. 

Direktur RSUD Tabanan, dr Nyoman Susila mengatakan, sejak wacana tarif tes Rp300 ribu tersebut muncul pihaknya langsung berhitung.

Menurutnya, ketika nantinya pihak Pemerintah Pusat sudah menyesuaikan tarifnya, praktis di Tabanan juga berlaku. 

"Jadi, kita sudah menghitung juga mengenai tarif tes PCR tersebut. Itu kuncinya kan harga Reagen dan biaya operasional. Kemudian, kalau untuk investasi mesin kita tidak dari RS, tapi dari pemerintah," ungkap dr Susila saat dikonfirmasi Rabu 27 Oktober 2021. 

Dia melanjutkan, sejauh ini pihaknya masih belum menerima informasi pasti mengenai kebijakan tersebut.

Namun, jika informasi dari pusat telah menyesuailan tarif tersebut, di Tabanan akan menyesuaikan juga. 

"Infonya harga Reagen sudah disesuaikan dari pusat, kita mestinya bisa. Kita tunggu instruksinya dulu baru akan bergerak. Saat ini kita masih di tarif Rp 410 ribu seperti sebelumnya," jelasnya. 

Pihaknya mengaku sangat siap nantinya jika disesuaikan, sebab pihaknya memang sudah berhitung. 

"Tapi kita tetap siap kapan saja ada instruksi baru mengenai tarif PCR tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, merujuk Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 88 tahun 2021 tentang pelaku perjalanan lewat udara ke dan menuju Pulau Jawa-Bali wajib menyertakan surat hasil PCR dalam 2x24 jam mulai Minggu 24 Oktober 2021 kemarin.

Layanan PCR di RSUD Tabanan pun mulai mengalami peningkatan sejak Sabtu 23 Oktober kemarin.

Tercatat, ada kenaikan 50 persen dari hari sebelum SE tersebut berlaku.

Kemudian dari segi tarif, RSUD Tabanan ada Rp 410 ribu.

Menurut data yang diperoleh dari RSUD Tabanan, dalam kurun waktu 7 hari terakhir, layanan di Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) RSUD Tabanan mengalami peningkatan yang signifikan.

Pada 18 Oktober lalu tercatat ada 16 orang yang tes PCR, kemudian tanggal 19 Oktober meningkat menjadi 45 orang, di tanggal 20 oktober turun menjadi 22 orang, tanggal 21 Oktober 61 orang, 62 orang di tanggal 22 Oktober 2021. 

Kemudian pada Jumat 23 Oktober 2021 tercatat ada 105 orang yang menggunakaan layanan lab PCR RSUD Tabanan, kemudian meningkat lagi menjadi 119 orang di Minggu 24 Oktober 2021.

Total ada 430 orang yang menjalani swab tes PCR di RSUD Tabanan dalam 7 hari terakhir. 

"Nggih, memang sejak ada kabar syarat penerbangan menggunakan PCR ada peningkatan. Itu terjadi sejak Jumat 23 Oktober kemarin," ungkap Penanggung Jawab Lab PCR dan Mikrobiologi BRSU Tabanan, dr I Wayan Duta Krisna, saat dikonfirmasi Senin 25 Oktober 2021 lalu. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved