BPJamsostek Tanggung Biaya Pengobatan Atlet PON XX Papua

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), menanggung seluruh biaya pengobatan atlet yang mengalami cedera saat bertanding pada pagelaran Pekan Olahraga Nasi

Istimewa
BPJamsostek Tanggung Biaya Pengobatan Atlet PON XX Papua 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), menanggung seluruh biaya pengobatan atlet yang mengalami cedera saat bertanding pada pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. 

Direktur Pelayanan BPJamsostek, Roswita Nilakurnia, mengemukakan hingga akhir PON XX Papua. Tercatat 58 atlet dari berbagai cabang olahraga mengalami cedera. Ia memastikan, seluruh atlet yang cedera telah mendapatkan perawatan serta pengobatan, melalui Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJamsostek

"Atlet sebagai sebuah profesi pasti memiliki resiko, oleh karena itu wajib terlindungi progam jaminan sosial dari BPJamsostek, karena dengan demikian seluruh resiko kecelakaan yang dialami saat bertanding akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJamsostek hingga sembuh tanpa batasan biaya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Sabtu, 30 Oktober 2021. 

Seperti diketahui, pada perhelatan PON XX Papua, seluruh peserta yang terdiri dari 7.202 atlet dan 3.651 official serta 2.509 official kontingen telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek. Secara otomatis, seluruh peserta kontingen tersebut mendapatkan perlindungan atas 2 resiko kerja yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama perhelatan PON XX Papua berlangsung atau setara 2 bulan perlindungan. 

Salah satu atlet yang mengalami cedera pada PON XX adalah Yasmin Nafisah. Punggawa tim voli Provinsi Jawa Barat tersebut mengalami dislokasi di bagian tempurung kaki kirinya, saat bertanding memperebutkan medali emas.  Ia langsung mendapatkan perawatan yang ditanggung seluruh biayanya, hingga sembuh sesuai indikasi medis. 

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto mengemukakan, selain manfaat tersebut. Atlet yang tidak dapat bertanding untuk sementara waktu, juga akan menerima santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100 persen upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama.

Serta 50 persen untuk bulan selanjutnya hingga sembuh. Tak hanya itu, jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka santunan yang akan diterima sebesar Rp42 juta. 

"Tentunya seluruh manfaat tersebut, bertujuan mencegah atlet mengalami hal-hal tidak diinginkan akibat aktivitas profesinya yang bisa berdampak terhadap ekonomi dan kesejahteraan dirinya dan keluarga," imbuhnya. Meski PON XX Papua telah usai, namun pihaknya berharap pemerintah dapat terus memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para atlet.

"Karena dengan demikian mereka dapat fokus berlatih untuk memberikan hasil terbaik, saat bertanding mewakili daerahnya maupun Indonesia. Serta kesejahteraan hidup para atlet juga terjamin," tegas Toto Suharto. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved