Progres Pembangunan Pelabuhan Sanur Denpasar Sudah Mencapai 23,5 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan Pelabuhan Sanur, Denpasar. 

Editor: Karsiani Putri
Istimewa/ Dok. Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar, Sabtu 30 Oktober 2021 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan Pelabuhan Sanur, Denpasar. 

Kunjungan Menteri Perhubungan ke Denpasar dilakukan pada Sabtu, 30 Oktober 2021 sore.

"Pembangunan Pelabuhan Sanur sudah dimulai sejak Desember 2020. Saya berharap pembangunannya bisa diselesaikan pada awal Mei 2022 atau bertepatan dengan libur lebaran, sehingga di masa libur tersebut, orang-orang sudah bisa memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk berlibur, dan beribadah bagi masyarakat sekitar ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan," katanya.

Budi Karya Sumadi mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa di satu sisi harus mengutamakan aspek kesehatan dalam rangka penanganan Covid-19, tetapi di sisi lain pembangunan infrastruktur transportasi juga bisa berjalan baik sesuai dengan rencana.

Ia mengungkapkan, Pelabuhan Sanur akan menciptakan konektivitas yang baik antara Sanur dengan Nusa Penida dan Nusa Lembongan yang juga disebut dengan kawasan segitiga emas.

"Sebelumnya kapal-kapal atau speed boat di Sanur berlabuh tanpa dermaga sehingga penumpang harus naik speed boat harus turun ke pantai dan basah kena air laut. Dengan adanya pelabuhan ini dapat meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan dan menjadi budaya baru dalam bertransportasi," kata Budi Karya.

Dia menuturkan, kehadiran Pelabuhan Sanur diharapkan akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Denpasar, Nusa Penida dan Nusa Lembongan. 

Dua daerah tersebut juga dibangun pelabuhan, yaitu Pelabuhan Bias Munjul dan Pelabuhan Sampalan.

"Sanur akan hidup lagi sebagai destinasi wisata bersama dengan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan," ujarnya.

Pembangunan fasilitas pelabuhan laut Sanur dilakukan dalam periode tahun anggaran 2020 – 2022 dengan dana bersumber dari APBN dengan pagu anggaran sebesar Rp398 miliar.

Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 23,5 persen atau lebih cepat dari yang ditargetkan, yaitu sekitar 15,6 persen.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengungkapkan selama ini, masyarakat yang ingin menyebrang melalui Pantai Sanur memiliki banyak keluhan dalam faktor resiko. 

Dengan adanya pembangunan pelabuhan ini, sudah menjawab semua keluhan resiko dari masyarakat di dalam penyebrangan.

Baca juga: Klungkung Usulkan 4 Tradisi Jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Tahun 2021

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, XL Center Kini Hadir di Cellular World

Dan pelabuhan Sanur ini akan menjadi salah satu ikon baru Denpasar, serta pertumbuhan ekonomi di sekitar pelabuhan juga akan ikut bergerak tentunya. 

Baca juga: Desa Wisata Festival, Cok Ace Sebut Bangkitkan Ekonomi Desa

Serta yang paling mendasar dalam pembangunan ini, masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved