PHRI Badung Tanggapi Terkait Belum Adanya Kunjungan Wisman ke Bali Hingga Kini

Pariwisata di Bali sudah sebulan dibuka namun belum juga ada kunjungan wisatawan mancanegara.

Editor: Karsiani Putri
Dok. DTW Tanah Lot
Kunjungan Wisatawan di DTW Tanah Lot Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pariwisata di Bali sudah sebulan dibuka namun belum juga ada kunjungan wisatawan mancanegara.

Bahkan semua itu disinyalir karena masih diberlakukannya karantina.

Selain itu dengan adanya karantina untuk mancanegara di Bali, kunjungan wisatawan malah beralih ke negara lain seperti Thailand dan yang lainnya.

Sehingga dipandang perlu melakukan revisi pemberlakuan karantina.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali 16 November 2021: Bertambah 4 Kasus Positif, 19 Sembuh & 1 Meninggal Dunia

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Kamis, 18 November 2021 mengakui belum adanya kunjungan wisatawan karena pemberlakuan karantina.

Pasalnya di tempat lain karantina sudah tidak diberlakukan.

"Memang selama ini karantina yang menjadi kendala kita. Karena tempat lain ada yang tidak melaksanakan karantina," kata Suryawijaya.

Dijelaskan saat ini untuk memulihkan kunjungan semestinya wisatawan yang datang tidak difokuskan untuk karantina.

Pasalnya saat dia ke Bali sudah dilakukan tes swab PCR.

"Pertama mereka kan sudah Swab. Setelah sampai di Bali juga sudah tes swab. Nah, saat menunggu hasilnya, itu semestinya disarankan karantina sebenar, namun setelah sudah keluar hasilnya bisa kembali bepergian ke destinasi wisata," bebernya.

Terkait peniadaan karantina itu sudah dilaporkan agar dievaluasi oleh Kementrian Pariwisata.

Hingga saat ini Kementrian masih menggodok hal tersebut.

"Kita harap bisa dilaksanakan. Namun, kita juga tidak bisa memaksakan karena mungkin antisipasi adanya varian delta," ucapnya.

Kendati demikian, pemerintah juga saat ini menjaga nama baik Bali.

Mengingat Bali nanti akan menjadi tempat pelaksanaan G20.

"Mungkin antisipasi kegiatan G20 ini, kalau nanti kasus naik takutnya, kegiatannya akan dipindahkan ke negara lain. Apalagi Bapak Presiden yang akan memimpin kegiatan ini," tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap, kunjungan bisa meningkat saat Natal dan tahun baru ini.

Pasalnya Bali saat ini tidak berlomba untuk meningkatkan wisatawan, namun perlu untuk memperhatikan ekonomi di Bali.

"Jadi yang kita pikirkan ekonomi di Bali. Sehingga perlu dilakukan kajian lebih matang. Sehingga aturan pemerintah tidak berubah- ubah," tungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved