'Surat Cinta' Pelaku Pariwisata di Bali Untuk Presiden Jokowi

Forum Bali Bangkit, memberikan 'surat cinta' kepada Presiden Joko Widodo. Surat cinta yang dimaksud, adalah surat permintaan tolong untuk pelaku pariw

Instagram/ @ourkindlife
Pura Lempuyang, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Forum Bali Bangkit, memberikan 'surat cinta' kepada Presiden Joko Widodo. Surat cinta yang dimaksud, adalah surat permintaan tolong untuk pelaku pariwisata dan industri pariwisata di Bali yang sampai saat ini masih mati suri. 


Surat itu dibacakan di Denpasar, pada Jumat 19 November 2021. Dan merupakan curahan hati dari 34 stakeholders pariwisata di Bali. Para pelaku yang merasakan dampak tekanan sangat luar biasa akibat pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir ini. 


"Badai pandemi Covid-19 tentu juga dirasakan oleh warga dunia dan saudara-saudara kita di Nusantara ini, namun perahu kami berbeda. Bali sangat tergantung pada sektor kepariwisataan, mencapai hingga 80 persen," sebut Yoga Iswara, Ketua IHGMA Bali. 


Pandemi telah merontokkan industri kepariwisataan. Pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi Bali luar biasa, hingga berkontraksi sampai minus 9,31 persen pada tahun 2020. Bahkan kemudian berkontraksi lebih dalam hingga minus 9,85 persen pada tahun 2021 kuarter pertama. 


"Kami bisa menahan perihnya berada di urutan ke-34 secara nasional, namun kondisi yang lebih memperihatinkan, ketika kami tidak bisa bekerja karena tempat bekerja kami tutup, anak-anak kami tidak bisa melanjutkan sekolah, kami tidak bisa membayar tagihan dan pinjaman, tabungan dan aset kami jual untuk dapat bertahan hidup, dan banyak hal lainnya yang berat kami uraikan dalam surat ini," tegasnya. 


Untuk itu pihaknya sangat berharap Presiden Jokowi, mampu memahami situasi di Bali. Bahwa penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19, adalah tugas bersama. Oleh karena itu, Forum Bali Bangkit sangat mendukung kebijakan pusat dalam mengupayakan penurunan kasus terjangkit khususnya di Bali. 


"Kami aktif sebagai katalisator dan juga eksekutor, mulai dari kegiatan verifikasi tatanan kehidupan era baru, sertifikasi CHSE, program vaksinasi untuk pelaku pariwisata Bali, serta turut dalam merancang skema SOP reaktivasi border Bali," sebutnya. 


Program vaksinasi di tiga destinasi wisata yaitu Nusa Dua, Sanur, Ubud yang diprakarsai pemerintah pusat dalam membangun green zone juga sangat didukung dan disambut dengan kerja sama. 


"Terima kasih atas kunjungan Presiden Jokowi ke Bali pada tanggal 16 Maret 2021 saat kegiatan vaksinasi untuk pelaku pariwisata di hotel Harris Sunset Road, Denpasar. Guna memastikan program vaksinasi itu berjalan lancar dan sukses," sebutnya.


Kunci sukses Bali adalah kolaborasi pemerintah daerah, stakeholders pariwisata, perangkat adat, media dan masyarakatnya yang bergotong-royong, saling menjaga dan menguatkan untuk bisa mewujudkan Bali Bangkit. 


Berkat dukungan Presiden Jokowi, kata dia, program vaksinasi di Bali untuk tahap kedua telah mencapai di atas 90 persen.  Sertifikasi CHSE telah mencapai 2.000 lebih usaha pariwisata. Bahkan, tahun 2021, pada saat pandemi masih mengoyak, Bali mendapatkan predikat Nomor 1 Destination in The World versi dari TripAdvisor. 


"Tingkat vaksinasi, jumlah usaha tersertifikasi CHSE, dan predikat internasional ini sesungguhnya menjadi modal besar kebangkitan Bali sekaligus menciptakan kepercayaan dari dunia internasional," tegasnya. Diam-diam semuanya bangga bahwa dalam keadaan pariwisata terpuruk, pelaku pariwisata tetap berkomitmen melakukan yang terbaik untuk mewujudkan Bali Bangkit dalam rangka mendukung Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh.


"Dua tahun masa pandemi, banyak yang telah terjadi. Kami mengapresiasi  apa yang Presiden Jokowi instruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah dalam program antisipasi dan pemulihan," imbuh Gus Agung, Ketua Gipi Bali. 


Lanjutnya, yang paling utama bagi Bali adalah dibukanya kembali border Bali tanggal 14 Oktober 2021. Stakeholder pariwisata di Bali pun dibuat girang, dengan adanya kabar dari media massa bahwa Bali dibuka untuk internasional. 


"Berita ini sangat membahagiakan dan kami terima sebagai kado pemerintah atas kerja dan komitmen kami, membangun pariwisata Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya," sebutnya. Semoga pembukaan border Bali ini, dapat didukung oleh semua instansi terkait sehingga bisa melaksanakan tupoksinya dengan baik untuk Bali bangkit, Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh.  


"Kami berterima kasih karena kebijakan pemerintah selama ini telah membuka Bali untuk wisatawan domestik yang nyata telah mulai memutar pelan roda industri pariwisata Pulau Dewata," katanya. Pihaknya menyadari bahwa Bali tidak bisa pulih dengan mengandalkan wisatawan domestik saja, sehingga pembukaan border Bali untuk wisatawan asing menjadi harapan dan angin segar bagi Bali agar bisa menata kembali perekonomian Bali yang sempat mati suri. 


Namun nyatanya, setelah sebulan lebih border Bali dinyatakan ‘dibuka’ kembali untuk 19 negara, realitas dan harapan yang hadir nampaknya hanya fatamorgana. Sebab tidak ada satu pun, wisatawan mancanegara dari 19 negara tersebut yang datang ke Bali.


Jauh terbalik jika dibandingkan negara Thailand, yang sejak dibuka hingga November 2021 telah mengumpulkan devisa sebanyak  91 juta USD. Dan Thailand tetap menerapkan resiko manajemen yang aman serta terukur.


"Persoalannya adalah Bali dibuka namun aturan tidak mendukung pembukaan tersebut, bahkan terkesan mempersulit wisatawan asing yang ingin berlibur ke Bali, padahal Bali telah menyiapkan golden standard dengan test PCR di negara origin, kemudian test PCR yang kedua pada saat kedatangan di Bandara Ngurah Rai," tegas pria dengan nama lengkap Ida Bagus Agung Partha Adnyana ini. 


Selain itu pula wisman wajib telah melakukan vaksinasi, dan memiliki asuransi kesehatan. "Sehingga lewat surat ini dengan kerendahan hati, kami mohon Presiden Jokowi bisa memberikan dukungan untuk mengubah regulasi yang menghambat datangnya wisatawan mancanegara yang siap dan aman berkunjung ke Bali," katanya.

Sumber: Tribun Bali

Halaman selanjutnya

 

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved