Pelaku Wisata Keluhkan Rencana Penerapan PPKM Level III Jelang Nataru

Pelaku pariwisata di Karangasem mengeluhkan rencana pemerintah terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III

Editor: Karsiani Putri
anak agung seri kusniarti
ILUSTRASI- Suasana Blue Lagoon Karangasem di sore hari. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pelaku pariwisata di Karangasem mengeluhkan rencana pemerintah terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III di Provinsi Bali jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Masyarakat dilarang melakukaan liburan serta cuti di akhir tahun 2021 nanti.

Made Audi, pengelola Hotel di Kecamatan Abang mengatakan, rencana  diterapkan PPKM Level III pasti akan berdampak pada kunjungan ke Karangasem.

Terutama wisatawan domestik.

Banyak pelaku priwisata yang mengeluhkan, dan meminta mengevaluasi ulang kebijakan ini.

Baca juga: Dukung Kepemimpinan Perempuan, Kian Banyak Perusahaan Swasta Dorong Perempuan Capai Level Pimpinan

Baca juga: Terkait Belum Adanya Penerbangan Internasional ke Bali, BTB Beri Masukan ke Pemprov Bali & Pusat

"Yang kita andalkan sekarang tamu lokal. Kalau tamu mancanegara tak ada. Dengan ada rencana PPKM III, otomatis wisatawan domestik berfikir berkunjung ke Karangasem. Makanya kita masih berfikir," kata Audi saat dihubungi, Senin, 22 November 2021 siang.

Pihaknya berharap kebijakan dapat kembali dievaluasi ulang.

Pria asli  Tabanan tersebut mengatakan, sampai 22 November 2021 wisatawan domestik yang sudah booking hotel untuk Natal dan Tahun Baru sebanyak 3 orang.

Itu masih belum pasti dikarenakan ada kebijakan PPKM Level III.

Sedangkan kamar yang isi saat ini belum capai 10 persn, baru 1 - 2.

"Tingkat hunian masih minim. Rata - rata semua hotel di Karangasem belum  dapat wisatawan. Pengusaha sebenarnya dilema. Satu sisi kita harus prioritaskan kesehatan, tetapi  kebutuhan ekonomi  juga penting," imbuh Made Audi.

Pihaknya berharap ada solusi yang tepat tentang kondisi ini.

Ketua PHRI Cabang Karangasem, I Wayan Kariasa, mengutarakan hal sama.

Dengan adanya PPKM Level III, putuslah harapan pelaku wisata untuk mendapatkan wisatawan nusantara yang berlibur saat Hari Raya Natal serta  Tahun Baru.

Kondisi ini menjadi pukulan terberat bagi pelaku pariwisata.

Sampai sekarang hotel dan restaurant di Karangasem belum mendapat bookingan dari wisman.

Mengingat belum ada pesawat ke Bali.

Sedangkaan domestik masih seret ke Kabupaten Karangasem.

Rata-rata wisdom paling dominan menginap ke Bali Selatan.

Kondisi ini adalah keterpurukan.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved