Kadiskes Bali Ingatkan Jangan Sampai Kecolongan Covid-19 Varian Omicron

Dunia kembali dikhawatirkan dengan varian baru dari virus Corona. Virus yang berasal dari Wuhan, China ini selalu bermutasi dan memunculkan varian

Editor: Karsiani Putri
istimewa
foto-ilustrasi-wisatawan-akan-pergi-travelling 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dunia kembali dikhawatirkan dengan varian baru dari virus Corona.

Virus yang berasal dari Wuhan, China ini selalu bermutasi dan memunculkan varian baru.

Varian terbaru dari virus Covid-19 disebut dengan nama Omicron.

Baca juga: Sebanyak 40 Kartun Dipamerkan di Pameran Bali Bangkit 2021

Baca juga: Pengunjung Diminta untuk Jaga Kebersihan di Sekitar Pesisir Pantai Crystal Bay

Virus ini pun sudah membuat lonjakan kasus atau gelombang ketiga pada beberapa Negara.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan virus Omicron bisa saja masuk ke Bali. 

"Memang sih itu baru ditemukan di Luar Negeri (virus Omicron). Semoga tidak masuk ke Bali. Tapi potensi masuk ke Indonesia bisa saja kalau pintu masuk tidak dijaga. Kalau dari rilis yang kami baca memang varian Omicron berbahaya cepat menular, dengan gejala yang lebih berat," ungkapnya pada, Selasa, 30 November 2021. 

Dan menurut isu yang beredar, seseorang akan lebih mudah terjangkit virus Corona jenis Omicron ini jika belum tervaksin.

Suarjaya pun membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, seseorang yang belum divaksin Covid-19 belum memiliki antibodi sehingga lebih mudah terpapar Covid-19. 

"Ya pasti lah (lebih mudah terpapar, red) kan belum divaksin belum punya antibodi virus ini kan ada dimana-mana ya dan bisa saja terbawa ke Indonesia atau ke Bali. Jadi kalau orang belum divaksin ya tentu resikonya lebih besar dari yang sudah divaksin. Jadi ya harus semuanya divaksin. 
Penularan sama dengan varian Delta. Ini sama virusnya hanya bermutasi saja," tambahnya. 

Serupa dengan varian Delta, gejala pada varian Omicron ini tidak berbeda dengan Delta.

Hanya saja tingkat penularannya lebih cepat.

Untuk ruang perawatannya pun tidak ada perbedaan dengan ruang perawatan pasien Covid-19 sebelum-sebelumnya.

Selain itu pada obat yang akan diberikan untuk pasien Covid-19 dengan varian Omicron juga dikatakan sama dengan varian-varian sebelumnya. 

"Tidak ada bedanya ruang perawatan nya tidak berbeda sama saja kalau kena Covid-19 ya ruang isolasi Covid-19. Kalau dia gejala berat sampai perlu ICU ya kita siapkan ICU kalau perlu ventilator ya kita berikan. Obatnya juga sama," sebutnya. 

Suarjaya menerangkan, upaya yang harus dilakukan pemerintah yakni menutup pintu masuk menuju Bali.

Dan kembali memberlakukan karantina selama 8 hari pada WNA yang akan berkunjung ke Bali. 

"Upaya yang harus dilakukan kan memang memperketat pintu masuk itu pokoknya. Dan sekarang kan istilah nya varian ini belum masuk Indonesia bagaimana cara kita mencegah agar tidak masuk Indonesia dengan memperketat pintu masuk terutama dari negara-negara yang sudah ada kasus. Kalau dari negara belum ada kasus dan transit ke negara yang ada kasus bisa terbawa juga. Satu-satunya kita cegah perketat pintu masuk," paparnya. 

"Kemudian jika ada keperluan yang tidak bisa kita hindari dan orang asing harus masuk jadi harus karantina yang ketat juga. Kita janganlah lagi ngomongin kenapa harus dikarantina ya kita mencegah ini. Jangan sampai kecolongan dengan varian delta. Pengalaman itu jangan sampai terulang. Harapan kita setiap orang yang datang dari luar negeri dikarantina sesuai dengan masa inkubasi. 8 hari karantina jadinya saat ini. Sesuai dengan surat edaran satgas nasional. Kita ikuti satgas apapun kebijakan pusat harus kita jalankan. Saya setuju kalau karantina diperketat jangan sampai kita kecolongan lagi. Tujuannya kan melindungi masyarakat," tutupnya. 

Adapun data kasus Covid-19 di Provinsi Bali per Selasa, 30 November 2021 yang dibeberkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Positif sebanyak 11 orang, sembuh 15 orang dan meninggal 1 orang. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved