Hadirnya 5G Jadi Potensi Bisnis Mitratel Telkom

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menjelaskan bahwa pada penghujung kuartal III tahun 2021, Telkom mampu mencatat kinerja kian baik.

Anak Agung Seri Kusniarti
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah. 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menjelaskan bahwa pada penghujung kuartal III tahun 2021, Telkom mampu mencatat kinerja kian baik. Sumbangan ini tentu dari berbagai lini bisnis, dan transformasi yang dilakukan Telkom


Satu diantaranya adalah Mitratel, yang telah IPO beberapa waktu lalu. Mitratel mencatat pendapatan Ebitda dan laba bersih double digit, dengan pertumbuhan yang positif. Saat ini Mitratel mengelola lebih dari 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. 


"Potensi bisnis Mitratel akan kian baik, seiring kehadiran 5G. Yang meningkatkan kebutuhan operator akan menara telekomunikasi," jelasnya Jumat 3 Desember 2021. Menara telekomunikasi yang dimiliki Mitratel berada di lokasi strategis, yaitu 57 persen diantaranya berada di luar Jawa. 


Selain bisnis utamanya di bidang menara telekomunikasi, Mitratel juga melakukan ekspansi portfolio jasa turunan menara. Seperti project solutions, managed services, fiberisasi dan digital services, guna mengakselerasi iklim digital di Indonesia. 


Ririek, menjelaskan bahwa Mitratel adalah anak perusahaan Telkom, yang telah Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada November lalu, dengan kode MTEL. Mitratel adalah penyedia tower terbesar dan tersebar di Indonesia. 


Keunggulan lainnya, pengguna tower Mitratel adalah provider besar seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan lain sebagainya. "Tujuan MTEL ini juga untuk menambah valuasi Telkom," sebutnya. Untuk itu, MTEL akan terus dikembangkan secara optimal. 


Ririek optimistis ke depannya Mitratel akan terus tumbuh. Khususnya di tengah iklim perubahan menuju ke 5G. "Jika nanti 5G sudah masif, tentu akan membutuhkan banyak tower juga. Disana pentingnya Mitratel ini," ucapnya. 


Ia mengatakan, Mitratel sudah ada dimana-mana, termasuk di Bali. Sebab spektrumnya sudah ada. Apalagi tahun depan, telah dicanangkan siaran TV analog akan berubah ke digital. "Ini juga untuk membiasakan spektrum 5G," katanya. 


Walau demikian, Ririek tak menampik ada persaingan dengan penyedia tower lainnya. Serta hambatan lain seperti IMB, atau kurangnya lahan bagi pembangunan tower. Namun demikian ia yakin semua bisa diatasi. Apalagi dalam satu tower biasanya bisa digunakan untuk lebih dari satu operator. 


"Ya rata-rata bisa dua operator dalam satu tower," sebutnya. Opsi lainnya dengan membangun tower di atas rooftop gedung, sehingga tidak memerlukan lahan baru. Tentunya hal ini harus sesuai dengan aturan, dan persetujuan berbagai pihak. Termasuk komunitas sekitar. Untuk itu ia meyakinkan bahwa secara fundamental MTEL ini sangat baik dan sehat. (*)
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved