Kerap Terjadi Tanah Longsor, Warga Petang Diminta Agar Selalu Waspada

Cuaca yang ekstrim dengan curah hujan yang tinggi kerap terjadi di Badung.

Editor: Karsiani Putri
I Komang Agus Aryanta
Tanah longsor yang terjadi di jalan caruban menuju subak Berigiding Banjar Petang Badung yang menutupi jalan pada Minggu, 5 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Cuaca yang ekstrim dengan curah hujan yang tinggi kerap terjadi di Badung.

Hal itu pun mengakibat adanya tanah longsor di wilayah petang pada Minggu, 5 November 2021.

Menurut informasi yang didapat tanah longsor  terjadi di Banjar Petang, Desa Petang, Badung tepatnya di jalan caruban menuju subak Berigiding.

Tanah longsor yang terjadi pun menutupi seluruh badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Kendati demikian, informasi tanah longsor tersebut sudah dilaporkan ke dinas terkait Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung.

Hanya saja penanganan tanah longsor harus menggunakan alat berat, mengingat material tanah yang menutupi jalan banyak sekali.

Plt. Kepala BPBD Badung I Wayan Wirya tak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengaku akan menurunkan tim untuk melakukan pembersihan di jalan tersebut.

"Jika sudah ada laporan akan kita tangani langsung," ujar Wirya.

Pihaknya mengaku laporan longsor tidak hanya di wilayah Banjar Petang saja, melainkan juga di banjar Bukian, Petang yang berlokasi dibelakang rumah warga.

Kendati demikian pihaknya menghimbau masyarakat Petang untuk berhati-hati saat musim hujan seperti sekarang.

"Di wilayah utara seperti Petang tanahnya labil, sehingga sangat berpotensi longsor saat hujan turun. Bahkan kami sudah antisipasi dan imbau kepada warga dari jauh-jauh hari," katanya.

Wirya yang juga merupakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Badung itu mengakui bencana alam belakangan ini kerap terjadi.

Bahkan selama sepekan sejak 23 November hingga 30 November pihaknya mencatat ada belasan bencana alam yang dilaporkan.

Sedangkan, memasuki awal Desember tercatat  empat bencana tanah longsor di wilayah Petang.

"Dari catatan kami selama tujuh hari terakhir telah terjadi 16 bencana yang didominasi pohon tumbang dan tanah longsor," tegasnya kembali.

Baca juga: Nikmatnya Nasi Babi Guling Rp4 Ribu di Jalan Veteran Denpasar

Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali

Menurutnya, bencana alam yang dipicu oleh hujan deras disertai angina kencang selama sepekan ini dominan terjadi di wilayah Badung Utara, seperti Petang, Abiansemal, dan Mengwi.

"Jika dirinci itu ada 5 bencana pohon tumbang, 9 bencana longsor, satu atap roboh dan satu bencana tembok jebol,” ucapnya.

Pihaknya mengaku pada dasarnya bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Sesuai pola pentahelix kebencanaan merupakan tanggung jawab dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved