TPID Kota Denpasar Jaga Stabilitas Harga & Inflasi Jelang Nataru Dengan Optimalisasi 4K

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar menyiapkan berbagai langkah guna mendukung stabilitas harga dan inflasi jelang Hari Natal

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Rapat TPID di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis, 9 Desember 2021   

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar menyiapkan berbagai langkah guna mendukung stabilitas harga dan inflasi jelang Hari Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Dimana, optimalisasi 4K yang terdiri atas ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif masih menjadi ujung tombak pengendalian inflasi.

“Berbagai strategi pemulihan perekonomian sudah dilaksanakan dalam upaya mendorong perekonomian Kota Denpasar agar bisa tumbuh positif,” kata Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
 
Arya Wibawa menambahkan, sebagai upaya mengendalikan inflasi dan pemulihan ekonomi menjelang Nataru di tengah situasi dan kondisi pada masa pandemi covid-19 yang belum memiliki kepastian, diperlukan sinergitas dan kerjasama guna menjaga kestabilan inflasi di Kota Denpasar.

Baca juga: Bangkit di Tengah Pandemi, Perwira Bali Harapkan UMKM Kian Maju

Baca juga: Ini Cara Menurunkan Kadar Asam Urat Secara Alami Tanpa Obat, Salah Satunya Minum Kopi

Dikatakanya, peningkatan kebutuhan bahan pokok menjelang Nataru dapat berimplikasi kepada kelangkaan barang dan kenaikan harga. 

Hal ini tentunya akan menjadi perhatian khusus Kota Denpasar'>TPID Kota Denpasar dengan mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga.

Pihaknya juga mengintruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar agar terus menggencarkan monitoring harga bahan pokok.

Begitu pula Dinas Perhubungan agar memastikan kelancaran distribusi pangan.

Serta Dinas Pariwisata untuk meningkatkan promosi dan membangkitkan pariwisata agar jumlah wisatawan meningkat, serta Dinas Pertanian dapat meningkatkan produk-produk pangan terutama beras.

“Upaya ini akan terus kita optimalkan, selain menjelang Nataru, hal ini juga menjadi persiapan menjelang TPID Award Tahun 2022 karenanya optimalisasi program ketahanan pangan dan aplikasi sipapa online agar dapat disosialisasikan sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Arya Wibawa menekankan, kegiatan dan program pengendalian inflasi dibutuhkan sinergi, dukungan, koordinasi dan komitmen dari berbagai pihak. 

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Bali Sambut Kedatangan Delegasi G20

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, XL Axiata Pastikan Jaringan Aman dan Buka Layanan Gratis

Karenanya, seluruh OPD yang tergabung dalam TPID dapat melaksanakan kegiatan secara maksimal dan tetap berpatokan kepada 4K. 

“Kita perlu melakukan berbagai antisipasi dan percepatan dalam memulihkan ekonomi pada masa adaptasi kebiasaan baru, salah satunya adalah dengan menjaga harga-harga kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga,” katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved