Usaha Kripik Ayam Biru Berkembang Pesat Berkat Bantuan BRI

Bank Rakyat Indonesia (BRI), memang sejak dahulu dikenal sangat merakyat. Tak heran banyak usaha mikro

Anak Agung Seri Kusniarti
Ni Luh Sri Wahyuningsih, pemilik dan pencetus ide usaha Kripik Ayam Biru 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI – Bank Rakyat Indonesia (BRI), memang sejak dahulu dikenal sangat merakyat. Tak heran banyak usaha mikro, kecil, menengah (UKM) yang akhirnya menjadi besar dan berkembang, berkat bantuan BRI. Satu diantaranya usaha Kripik Ayam Biru yang berada di area Kota Denpasar.

Ni Luh Sri Wahyuningsih, pemilik dan pencetus ide usaha ini tak mampu menahan haru tatkala menceritakan bantuan BRI pada usahanya. Air matanya menetes, begitu mengisahkan semangat ibu-ibu yang ikut kini di dalam kelompok usaha Kripik Ayam Biru. “Impian saya agar usaha ini tetap berjalan, dan tetap eksis. Apalagi ada kelompok ibu-ibu yang mempunyai mimpi untuk menyekolahkan anak dan membantu suami,”ucapnya haru, Jumat, 17 Desember 2021.

Usaha yang ia ciptakan sejak tahun 1997 ini, memang berkembang cukup pesat. Dari hanya sendirian, kini sudah memiliki banyak pekerja dan didominasi para ibu-ibu dari sekitaran tempat usahanya. “Sejak tahun 2005, saya mengajak ibu-ibu di sini dan tetangga, untuk ikut ke dalam usaha ini,” jelasnya. Modal awalpun terbilang kecil, yakni sekitar Rp 30 ribuan saja.

Berawal dari kakaknya yang merupakan tukang potong ayam, lalu ada beberapa bagian ayam yang diberikan kepada Sri. Dengan kreasinya, ayam-ayam ini dibumbui dan diberi tepung lalu digoreng. Ternyata hasil pengolahan ayam itu, menciptakan kripik ayam yang sangat lezat. Tak menunggu lama, orderan pun datang silih berganti hingga saat ini. Usaha Sri juga kian berkembang dan bermanfaat bagi warga sekitar, khususnya kaum ibu-ibu.

“Untuk anggota sekarang sekitar 30an semua, dari tukang bungkus, beli barang, dan bersihinnya," sebut wanita asli Karangasem ini. Penjualannya kian berkembang, karena banyak reseller yang ikut memasarkan produk kripik ayam ini. Pasarnya pun cukup luas, karena rasanya enak tetapi dengan harga yang sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Hingga kini, sebaran produk Kripik Ayam Biru telah mencapai seluruh pelosok pulau Bali. Bahkan sebelum pandemi, ia sempat mengirim ke Kalimantan dan Kupang. “Ibu-ibu di sini sangat membantu saya. Dan mereka juga senang karena ada pekerjaan setelah masak. Bisa menambah uang dapur, karena saya gajinya harian agar bisa dipakai beli lauk oleh ibu-ibu di sini,” jelasnya.

Per hari sekitar 250-300 Kg ayam yang diolah menjadi kripik. Tetapi masa sulit pun dirasakan, setelah adanya pandemi akibat penyebaran virus Covid-19. Omzet usahanya pun turun hingga 50 persen. Namun ini tidak mematahkan semangat Sri dan para ibu-ibu. Mereka tetap berjuang di tengah hantaman pandemi.

 

Untuk itu, Sri sangat berterimakasih kepada bank BRI, karena telah membantunya dari segi pembiayaan. “Awalnya dulu pinjaman KUR, ya sekitar Rp 1 jutaan. Kini saya sudah kredit di BRI sampai Rp 100 juta lebih,” sebutnya.

Bantuan dana dari BRI ini sangat berarti, sebab membantu usahanya kian besar dan berkembang. “Saya bisa stok barang dan tidak perlu kewalahan saat pabrik tutup,” imbuhnya. Peluang ke depan pun akan terus dilihat, jika kondisi ekonomi membaik dan pesanan meningkat. Tidak menutup kemungkinan Sri akan kembali meminjam dana di BRI dalam bentuk kredit.

Sri juga merupakan agen BRILink, sehingga ibu-ibu sekitar yang juga menjadi nasabah BRI bisa membayar tagihan lewat dirinya. “Harapan kami terhadap BRI, semoga saja bantuan tidak hanya sampai di sini saja. Semoga berlanjut ke depannya, sehingga kelompok saya bisa tetap bertahan dan berjalan,” ucapnya. Baik bantuan peralatan dari BRI, dan selain itu edukasi dari mantri serta pendampingan setiap hari. Dengan didatangi langsung ke lokasi usaha.

BRI memang selalu memberi pembinaan kepada nasabahnya, apalagi jika memiliki usaha agar bisa kian berkembang. BRI Cabang Bali pun melakukan pembinaan ini, kepada UKM skala mikro dan kecil di klaster Kota Denpasar, Gianyar, dan Badung. I Ketut Winaja, Kepala Unit BRI Unit Penatih, menyebutkan klaster kripik di lingkungan Sulatri, Denpasar memiliki anggota enam orang yang memproduksi kripik ayam.

Baginya, kendala apapun jika diselesaikan bersama-sama tentu akan selalu ada jalan keluar. Mantri BRI Unit Penatih, Ida Ayu Rista Dewi, berharap ke depan usaha Kripik Ayam Biru ini bisa kian berkembang. Meningkatkan produksi dan pemasarannya meluas, sehingga bisa terus naik kelas usahanya. Hal ini pun, kata dia, akan menjadi motivasi bagi usaha lainnya untuk kian berkembang.

Bagi nasabah atau calon nasabah, khususnya di bidang usaha yang ingin mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR). Bisa mendapatkan, dengan minimal usaha yang telah berjalan selama 6 bulan. Kemudian nasabah melengkapi beberapa syarat, seperti dokumen KTP dan KK. “Limit pinjaman untuk KUR sebesar Rp 50 juta,” sebutnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved