Percepat Penyerahan Santunan, Ini Impian Jasa Raharja Cabang Bali Tahun 2022

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri, memiliki banyak sekali impian dan program yang akan digeber pada 2022 mendatang. Pria yan

anak agung seri kusniarti
Abubakar Aljufri, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Bali, (tengah), bersama tim Jasa Raharja Cabang Bali di Denpasar. 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI – Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri, memiliki banyak sekali impian dan program yang akan digeber pada 2022 mendatang. Pria yang lahir di Jambi ini, memiliki beberapa tugas penting untuk kemajuan Jasa Raharja di Bali. Hal ini ia paparkan dalam temu media, di Denpasar, Rabu, 22 Desember 2021.

“Saya sudah pernah jadi kepala cabang di beberapa wilayah, seperti Kendari,” ucapnya. Ia kerap diamanatkan untuk membantu mengangkat kinerja Jasa Raharja di wilayah yang dipimpinnya. Kemudian untuk Pulau Dewata, ia berharap pembayaran santunan bisa kian cepat dari sebelumnya yang sudah melebihi target. Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi rata-rata kecepatan penyelesaian santunan korban meninggal dunia adalah 0-23 jam.

Waktu itu terbilang lebih cepat, dari target yang ditetapkan pada tahun 2021 yakni 3 hari. Kemudian realisasi rata-rata kecepatan penyelesaian santunan, sejak pengajuan berkas lengkap adalah 14 menit. Waktu ini lebih cepat, dari target 1 jam pada tahun 2021. “Nah ke depan, kalau bisa gak 0-23 jam lagi, tetapi sekitar 10 jam saja sudah langsung bayar,” sebutnya.

Tugas lain yang harus dikerjakannya sebagai pemimpin, adalah memastikan kendaraan pariwisata di Bali. Khususnya kendaraan rental atau sewa, yang digunakan harian, mingguan, bulanan, bisa dipastikan mendapatkan perlindungan asuransi dari Jasa Raharja. Sehingga pengendara dan penumpang, bisa dicover apabila terjadi resiko kecelakaan.

“Yang pasti kami di Jasa Raharja, akan bersinergi dengan gubernur Bali, kapolda Bali, dirlantas, rumah sakit, dan lain sebagainya. Terutama kerjasama dengan kantor samsat, sehingga pelayanan bisa aman dan nyaman,”tegasnya. Intinya ke depan, kata dia, bekerja efektif, efisien, dan optimal dalam melayani masyarakat.

Jasa Raharja juga terus berupaya, melakukan sosialisasi khususnya ke sekolah dan kampus tentang pentingnya berkendara yang aman. Kemudian mengenalkan apa itu Jasa Raharja, dan seperti apa klaim serta pembayaran santunannya. Hal ini penting, karena dari datanya kecelakaan pelajar cukup tinggi. Periode Januari-November 2021 saja, kecelakaan usia pelajar 5-24 tahun mencapai 33,54 persen. Nomor dua setelah kecelakaan usia produktif, yakni dari usia 25-55 tahun sebesar 45,11 persen.

Abubakar, sapaan akrabnya, sangat menyayangkan masih banyak orang tua yang memberi anaknya kendaraan bermotor padahal belum memiliki SIM. “Anak SMP itu, badannya masih kecil dan kena angin saja tumbang. Itu sudah diberi motor, kan bahaya di jalan raya,” cetusnya. Untuk itu, pihaknya akan menggencarkan kembali edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Sehingga kecelakaan pelajar bisa kian diminimalisir.

Selain pelajar, kecelakaan usia produktif juga menjadi PR bagi Jasa Raharja. Pasalnya, disebutkan dalam data bahwa dampak ekonomi dari kecelakaan lalu lintas kepada keluarga sangat besar. Tercatat sebanyak 62,5 persen dari korban meninggal dunia menyebabkan keluarganya mengalami kemiskinan.

Lalu 20 persen dari korban luka berat, juga membuat keluarganya mengalami kemiskinan. “Apalagi jika korban ini adalah tulang punggung keluarga, tentu sangat berpengaruh pada perekonomian keluarga,” ujarnya. Angka kecelakaan motor juga sangat tinggi, dan bahkan menduduki posisi puncak yakni mencapai 76,51 persen. Ini pun menjadi atensi Jasa Raharja dan berbagai stakeholder terkait untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

“Bayangkan setiap 3 jam, ada orang meninggal sia-sia karena kecelakaan lalu lintas,” sebutnya. Sehingga dibutuhkan kesadaran bersama pengguna jalan, agar mematuhi rambu lalu lintas dan tidak ugal-ugalan di jalan raya. Abubakar juga menjelaskan, kecelakaan seperti apa yang dijamin oleh Jasa Raharja. “Jadi kecelakaan dua kendaraan bermotor resmi, masuk dalam jaminan Jasa Raharja,” tegasnya.

Hal ini sesuai dengan amanat, jaminan undang-undang 34 perlindungan bagi korban di luar kendaraan penyebab kecelakaan lalu lintas. Kemudian kecelakaan tunggal kendaraan angkutan penumpang umum resmi, juga masuk dalam jaminan Jasa Raharja. Sesuai UU 33 perlindungan bagi penumpang angkutan umum resmi, sejak naik dari tempat asal hingga turun di tujuan. Ia pula menjelaskan, ada beberapa kecelakaan yang tidak masuk dalam jaminan Jasa Raharja.

Seperti kerugian materiil pada kendaraan akibat terjadinya kejadian kecelakaan. Serta kecelakaan tunggal kendaraan pribadi, dan kecelakaan yang disebabkan perilaku kriminal. “Perlu saya jelaskan bahwa SWDKLLJ, digunakan untuk orang di luar kendaraan. Semisal pengendara motor menabrak pejalan kaki, maka mereka mendapatkan santunan Jasa Raharja,” ucapnya. Begitu juga dengan kendaraan umum, yang telah ada iuran wajib kepada penumpang. Sehingga begitu terjadi resiko akan diberi santunan oleh Jasa Raharja.

Besaran nilai santunan sesuai dengan Permenkeu Nomor 15&16/Pmk.010/2017, adalah sebagai berikut. Untuk santunan meninggal dunia mendapatkan Rp 50 juta. Kemudian santunan maksimal korban luka-luka Rp 20 juta, dan Rp 25 juta bagi korban luka-luka akibat kecelakaan pesawat. Santunan maksimal korban cacat tetap Rp 50 juta, dan santunan biaya penguburan bagi korban tanpa ahli waris adalah Rp 4 juta.

Pemberian santunan kepada korban, namun apabila korban meninggal dunia maka santunan akan diberikan kepada ahli waris. Diantaranya, suami-istri sah apabila korban telah menikah. Atau orang tua kandung yang sah, apabila korban belum menikah. Dan anak kandung yang sah, apabila orang tua korban meninggal dunia juga telah tiada. “Kalau tidak ada keluarganya maka akan diberi biaya penguburan saja,” jelasnya.

Walau demikian, Abubakar berharap tidak ada lagi korban jiwa dari kecelakaan lalu lintas baik di darat, laut, maupun udara. Sementara apabila telah terjadi kecelakaan, khususnya tubrukan antara dua kendaraan atau kendaraan dengan manusia. Maka bisa segera mengajukan klaim agar mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

Cara pengajuan santunan untuk korban meninggal dunia, adalah dengan segera melaporkan ke polisi untuk mendapatkan bukti kejadian kecelakaan dan lain sebagainya. Lalu mengisi formulir pengajuan santunan, dan formulir keterangan ahli waris atau penggantinya. “Namun nanti akan kami permudah dengan bantuan petugas Jasa Raharja di lapangan,” ujarnya. Untuk korban meninggal dunia diperlukan juga dokumen pendukung dari pihak keluarga.

Seperti surat kematian, KTP atau identitas lain yang berlaku, surat nikah bagi janda atau duda, dan akte kelahiran anak. Untuk santunan biaya perawatan di fasilitas kesehatan, dokumen dasarnya adalah laporan polisi dan bukti kejadian lainnya. Formulir pengajuan santunan, dan formulir keterangan kesehatan korban akibat kecelakaan atau penggantinya.

Dokumen pendukung yang disediakan oleh pihak keluarga, adalah kuitansi asli biaya perawatan. KTP atau identitas lain yang berlaku, dan surat kuasa jika diurus oleh pihak ketiga. “Segera laporkan kejadian laka lantas ke kepolisian, dan selanjutnya kami (Jasa Raharja) yang bekerja,” tegasnya. Kini semuanya dipermudah dengan kerjasama dan sistem online, serta jemput bola dan sikap proaktif dari Jasa Raharja. Sebagai bentuk hadirnya negara dalam perlindungan kepada masyarakat Indonesia dan khususnya di Bali. (*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved