Satpol PP Badung Akan Lakukan Sidak Prokes Sebanyak Tiga Kali Sehari

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung hari ini menjadwalkan akan turun melakukan sidak protokol kesehatan (Prokes).

Editor: Karsiani Putri
I Komang Agus Aryanta
Satpol PP Badung saat melaksanakan sidak prokes di Pantai Perancak, Kuta Utara beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung hari ini menjadwalkan akan turun melakukan sidak protokol kesehatan (Prokes).

Sidak yang dilaksanakan pun menyasar usaha-usaha yang masih buka hingga larut malam atau yang melanggar prokes.

Baca juga: Monumen dan Alun-alun I Dewa Agung Jambe Ditutup Saat Malam Pergantian Tahun

Kasat Pol PP Badung IGK Suryanegara mengatakan pihaknya akan menurunkan personil untuk melakukan sidak prokes.

Sidak yang dilaksanakan pun sesuai dengan Inmendagri No 66 tahun 2021 dan Surat edaran Gubernur Bali No 20 tahun 2021 tanggal 18 Desember tahun 2021.

"Hari ini kita akan turun. Namun untuk sidak akan kita lakukan nanti malam kepada tempat-tempat usaha yang ada di gumi keris," ujarnya Suryanegara.

Pihaknya mengaku dalam sidak prokes akan terus dilakukan kedepan.

Bahkan dalam sehari pihaknya mengaku akan turun selama tiga kali.

Untuk pagi hari dilaksanakan pukul 09.00 Wita dengan menyasar beberapa pusat keramaian seperti pasar, pantai, objek wisata dan yang lainnya.

Selanjutnya pada sore hari tepatnya pukul 17.00 Wita akan melakukan sidak prokes kepada perorangan khususnya penerapan penggunaan masker.

"Untuk ini kita akan laksanakan di Jalan raya, seperti wilayah Mengwi dan Kuta Utara," tegasnya.

Terakhir pada pukul 23.00 Wita kembali melakukan sidak prokes dengan menyasar usaha-usaha yang buka hingga larut malam.

Termasuk yang melaksanakan kegiatan dengan menimbulkan kerumunan.

"Jadi sidak ini akan kita lakukan sampai Tahun Baru. Dengan harapan masyarakat tertib prokes dan tidak ada penyebaran virus saat nataru ini," tegasnya.

Birokrat asal Denpasar ini mengatakan jika ada yang melanggar akan diimbau dan ditegur.

Bahkan jika berulangkali tercatat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Jadi tetap kita beri sanksi jika melanggar. Baik itu sanksi sosial maupun yang lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut dirinya berharap, masyarakat tetap bisa taat dengan prokes.

Selebihnya saat Nataru dilarang dilaksanakan perayaan yang menimbulkan kerumunan.

"Jadi tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Seperti Natal sudah diberikan bersembahyang ke gereja namun taat prokes. Kita harus bisa menjaga diri dengan baik. Mari kita gunakan masker dengan baik dan tidak bepergian atau menggelar pesta saat nataru," ajaknya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved