Pengertian Yadnya Serta Panca Yadnya Dalam Hindu di Bali 

Yadnya adalah salah satu bagian penting dari agama Hindu, khususnya yang bagi umat Hindu di Bali.

Rizal Fanany
ILUSTRASI SEMBAHYANG 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Yadnya adalah salah satu bagian penting dari agama Hindu, khususnya yang bagi umat Hindu di Bali.

Yadnya berasal dari bahasa Sansekerta, dari urat kata Yad yang berarti memuja atau mengadakan selamatan.

Sehingga yadnya sendiri, diartikan sebagai pemujaan atau pengorbanan yang dilakukan tulus ikhlas.

Baca juga: Penyebrangan ke Nuspen Meningkat, Pengelola Boat di Pelabuhan Tribhuana Tambah 2 Keberangkatan

Yadnya pada dasarnya adalah upaya mendekatkan diri dengan Sang Maha Pencipta.

Serta mendidik diri untuk mendekatkan dan saling menghargai, dengan seluruh ciptaan Tuhan termasuk alam semesta.

Yadnya juga bertujuan membayar hutang sesuai dengan ajaran Tri Rna.

Diantaranya, Dewa Rna yaitu hutang hidup pada Sang Pencipta.

Rsi Rna, hutang suci kepada para rsi, atas ajaran beliau tentang agama, kebaikan, dan lain sebagainya.

Kemudian Pitra Rna, hutang jasa pada para leluhur yang telah melahirkan dan membesarkan kita semua.

Ida Pedanda Nabe Gede Buruan, menjelaskan bahwa Tuhan pun beryadnya karena mengorbankan diriNya untuk menciptakan alam semesta.

Tuhan pula mengisi alam semesta, serta menciptakan manusia dan segalanya termasuk baik dan buruk demi keseimbangan alam semesta ini.

Untuk itu, sesama makhluk hidup harus saling menjaga dan menghargai.

Sebab Tuhan menciptakan dunia dan isinya untuk diolah dan digunakan hidup bersama-sama.

Tanpa alam semesta ini, manusia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa meneruskan hidupnya.

“Begitu pula dengan para rsi, wiku atau guru yang mengajarkan umat manusia tentang ajaran agama. Tentang kehidupan, tentang Dharma. Sehingga ada hutang dengan para rsi yang disebut Rsi Rna,” sebut Ida.

Pengorbanan ini yang kemudian dibalas dengan yadnya agar hutang Tri Rna bisa diselesaikan dengan baik sesuai ajaran agama Hindu.

Yadnya sendiri sangat erat berkaitan dengan upacara dan upakara (banten).

Kemudian disesuaikan dengan desa, kala, patra, dari setiap daerah yang ada di Bali.

Bahkan di Nusantara bagi umat penganut Hindu.

Umat Hindu mengenal lima macam yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved