Harapan 2022, Jasa Raharja Akan Terus Tingkatkan Layanan Pada Masyarakat

PT Jasa Raharja (JR), optimistis tahun baru 2022 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diamini dalam perayaan hari ulang tahun (HUT),

Anak Agung Seri Kusniarti
Jasa Raharja rayakan hari ulang tahun ke-61, upayakan kian percepat kinerja dan pembayaran santunan tahun 2022. 

DENPASAR, TRIBUN BALI – PT Jasa Raharja (JR), optimistis tahun baru 2022 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diamini dalam perayaan hari ulang tahun (HUT), PT Jasa Raharja yang ke-61 tahun. Mengambil tema ‘Hadir Melindungi Indonesia’, JR merayakan dengan upacara serentak di seluruh Indonesia secara daring.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono, menjadi inspektur upacaranya. Ia pun memberikan beberapa pesan, kepada cabang JR yang ada di setiap provinsi. “Saya ucapkan terimakasih kepada insan JR, yang telah memberikan kontribusi terbaik. Bahkan SW telah masuk di atas 100 persen,” sebutnya via daring, disambut tepuk tangan, pada Sabtu 1 Januari 2021.

Pertumbuhan bisnis di tengah situasi sulit akibat pandemi, juga diapresiasi oleh jajaran direksi dan direktur utama. Membuktikan bahwa kinerja jajaran JR tidak main-main di lapangan. “Semoga akan terus tumbuh, dengan semangat transformasi yang kita lakukan serta pula menjaga perfomance di tahun 2022 ini,” sebutnya.

Ia pula mengapresiasi managemen resiko yang sangat baik, bahkan hingga mendapatkan prestasi. Sebab, kata dia, di dalam industri finansial tidak banyak yang bisa menerapkan itu dengan baik. Bahkan dari segi kepatuhan, JR juga telah menetapkan managemen anti penyuapan. “Kemudian kita memberikan kontribusi kepada holding hingga 65 persen,” sebutnya.

Kontribusi baik dan kerja keras di tengah pandemi ini, menjadi capaian luar biasa insan JR di tengah ketidakpastian ekonomi Indonesia akibat pandemi virus Covid-19. Ia pun berharap prestasi bisa terus dijaga dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Hal ini pun, menjadi vitamin semangat tambahan bagi Abubakar Aljufri, Kepala Cabang PT JR Cabang Bali.

“Pada hari jadi JR ke-61 ini, JR hadir melindungi Indonesia,” tegasnya. Tentunya konsep tersebut, sesuai dengan cita-cita dan amanat yang diberikan kepada JR agar memastikan masyarakat terlindungi asuransi saat berlalu lintas di darat, laut, maupun udara. Untuk JR Cabang Bali sendiri, kata dia, pemberian santunan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Rata-rata telah diselesaikan hanya dalam jangka waktu 23 jam saja.

“Inilah salah satu pengabdian kami sebagai insan JR, kepada masyarakat Indonesia terutama masyarakat Bali. Agar korban kecelakaan bisa menerima santunan sesegera mungkin tanpa ribet,” sebutnya. Walaupun ia berharap, ke depannya angka kecelakaan akan terus menurun. Dan masyarakat semakin sadar berkendara dengan safety dan sesuai aturan lalu lintas.

Berdasarkan data JR Cabang Bali, bahwa bila dibandingkan tahun 2020 memang terjadi penurunan pembayaran santunan di Bali.

“Turunnya sekitar 15 persen, ini disebabkan karena adanya pembatasan atau PPKM. Tentu PPKM membuat masyarakat tidak banyak aktivitas, dan akhirnya kecelakaan lalu lintas juga menurun sehingga santunan menurun juga,” jelasnya. Namun secara nasional, JR telah menyerahkan santunan hingga sekitar Rp 2,3 triliun dibandingkan tahun lalu.

Abubakar mengatakan, upacara peringatan HUT JR secara nasional melalui zoom ini, dihadiri 6 direksi jajaran JR dari kantor pusat, serta dihadiri seluruh cabang JR. “Imbauan pak dirut yang pasti harus melakukan sinergi dengan mitra kerja, pemerintah daerah, untuk bagaimana memastikan pelayanan JR benar-benar bekerja maksimal dan terbaik dalam melayani masyarakat,” ucapnya.

Adanya perubahan ke arah digitalisasi, juga sebagai salah satu upaya mendorong pembayaran santunan JR. “Prediksi 2022, kami berharap dengan kondisi ekonomi membaik, Covid-19 sudah mereda dan situasi normal. Ya mudah-mudahan peningkatan pendapatan dan pembayaran santunan bisa normal kembali,” ujarnya.

Tahun lalu di cabang Bali, kata dia, hanya 50 persen pencapaiannya. Karena pendapatan JR sangat tergantung dari mobilitas angkutan umum, dan angkutan pariwisata di Bali. Dengan adanya pembatasan PPKM di Bali, akhirnya menurun drastis pendapatan di darat maupun di laut,” imbuhnya. Namun untuk SWDKLLJ di samsat, relatif normal tidak ada perubahan, malah ada peningkatan 1-2 persen pertumbuhannya.

Dengan akan dihelatnya pertemuan internasional G-20, dan seiring kondisi pandemi segera mereda di Bali atau semakin normal. Sehingga harapannya, masyarakat kembali beraktivitas seperti semula. Bahkan berbondong-bondong menggunakan angkutan umum di Bali termasuk di laut juga. “Seperti di Gilimanuk itu, dengan adanya yang masuk itu ke Bali akan menambah potensi dan pendapatan secara nasional,” ucapnya. Sehingga perekonomian pun diharapkan pulih kembali. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved