BRI Siapkan Rp 404,6 Miliar Kas ATM Jelang Nyepi Caka 1944

Hari raya Nyepi, diperingati umat Hindu di Bali sebagai hari suci untuk melakukan introspeksi diri. Dalam menyambut hari raya Nyepi, masyarakat di Bal

INSTAGRAM/worldpinuk
Pura Tanah Lot 

 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Hari raya Nyepi, diperingati umat Hindu di Bali sebagai hari suci untuk melakukan introspeksi diri. Dalam menyambut hari raya Nyepi, masyarakat di Bali umumnya melakukan serangkaian kegiatan atau upacara, dimana kebutuhan masyarakat akan uang tunai akan terus bergulir.

Regional CEO BRI Denpasar, Rudy Andimono, mengatakan selama libur dan cuti bersama hari raya Nyepi, masyarakat Bali tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan layanan perbankan. Mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai menjelang dan selama cuti bersama, hari raya Nyepi, Kanwil BRI Denpasar telah menyiapkan Rp 404,6 miliar kas ATM  di Provinsi Bali.

Persiapan Kas ATM ini, telah diperhitungkan berdasarkan perkiraan kebutuhan nasabah menjelang dan selama  libur Nyepi serta cuti bersama. Unit kerja BRI di Bali, kata dia, akan tutup pada tanggal 2 sampai 4 Maret 2022. Sedangkan untuk wilayah NTB dan NTT, hanya tutup satu hari pada 3 Maret 2022.   

"Mesin ATM dan CRM BRI di Bali, akan dimatikan secara bertahap mulai tanggal 2 Maret 2022 pukul 12.00 WITA. Mesin akan dihidupkan kembali secara bertahap, pada 4 Maret 2022 mulai pukul 12.00  WITA,"sebutnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Senin 28 Februari 2022. Pengamanan unit kerja, ATM, dan CRM BRI pun, terus dilakukan dengan melibatkan tenaga keamanan, patroli, dan monitoring oleh petugas, kecuali pada saat hari raya Nyepi.

Meski unit kerja BRI tutup selama tiga hari, dan mesin ATM serta CRM dimatikan bertahap menjelang hari raya Nyepi.  Namun masyarakat tetap dapat melakukan transaksi perbankan layaknya di bank melalui 8.016 agen BRILink, yang tersebar sampai kepelosok Bali serta memanfaatkan fasilitas Mobile Banking BRI (BRIMo dan BRI Mobile) kecuali saat hari raya Nyepi.

"Semua layanan perbankan yang diberikan oleh BRI, selalu menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Diantaranya pengecekan suhu tubuh bagi nasabah dan petugas BRI, penyediaan hand sanitizer, pengaturan jarak antrian (physical distancing), kewajiban pemakaian masker bagi nasabah dan petugas BRI, penggunaan sarung tangan bagi petugas BRI, pemasangan kaca pembatas bening di meja teller dan customer service, serta penyemprotan desinfektan secara berkala," imbuhnya.

Disamping itu, guna mengurangi intensitas kunjungan nasabah ke banking hall, BRI terus melakukan edukasi kepada nasabah untuk menggunakan fasilitas ATM/ CRM dan mobile banking BRI (BRIMo dan BRI Mobile). Kenyamanan dan kemudahan transaksi yang diberikan BRI tersebut, diharapkan dapat diimbangi dengan kehati-hatian nasabah.

“Jagalah selalu kerahasiaan nomor PIN, pastikan selalu memeriksa dan menghitung uang sebelum meninggalkan teller, dan apabila memerlukan informasi lainnya dapat menghubungi call centre BRI 14017 atau 1500017," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved